Tulisan ini menganalisis bagaimana generasi muda dapat menjadi agent of change pembagian peran dalam keluarga dengan menggunakan teori feminist, konsep gender and development serta metode penelitian ersama. Tulisan ini menemukan bahwa generasi muda yang paham mengenai teori feminist dan kesetaraan gender dapat mengubah pola ersa masyarakat yang selama ini masih membagi peran antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga. Sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat, keluarga merupakan tempat di mana ersama r dasar pertama kali diterapkan. Hal tersebut berarti apapun yang dicontohkan atau diajarkan dalam keluarga akan membentuk pola ersa masyarakat ke depannya. Paradigma bahwa seorang bapak mempunyai kekuasaan mutlak dalam pengambilan keputusan dan anggapan bahwa seorang ibu harus mengurusi semua pekerjaan rumah tangga telah mendominasi pola ersa masyarakat selama berabad-abad. Hal tersebut terus dilanjutkan dengan membagi peran antara anak laki-laki dan perempuan seperti bapak dan ibunya. Pembagian peran berbasis gender dalam keluarga merupakan akar dari terciptanya masalah sosial dan pembangunan negara yang sulit terselesaikan. Mengingat generasi muda adalah agen penerus bangsa, pengenalan feminist dan kesetaraan gender oleh generasi muda di dalam keluarga dapat memperbaiki pola ersa masyarakat terhadap pembagian peran dalam keluarga untuk mencapai keadilan gender yang berpengaruh terhadap keadilan sosial dan pembangunan negara di ruang lingkup yang lebih luas sekaligus mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-5 tentang kesetaraan gender.
Copyrights © 2020