Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang: (1) bagaimana perkembangan bahasa anak speech delay sebelum penggunaan nyanyian; (2) bagaimana perkembangan bahasa anak speech delay setelah penggunaan nyanyian; (3) apakah terdapat peningkatan perkembangan bahasa sebelum dan sesudah penggunaan nyanyian terhadap anak speech delay. Penelitian dengan metode eksperimen ini menggunakan jenis penelitian subjek tunggal (single subject research) dengan desain penelitian A-B-A. Objek dalam penelitian ini, yaitu perkembangan bahasa anak speech delay dengan jumlah sampel yaitu satu orang (AR). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) perkembangan bahasa anak speech delay sebelum penggunaan nyanyian sebanyak 19 kata (kategori belum meningkat); (2) perkembangan bahasa anak speech delay setelah penggunaan nyanyian sebanyak 82 kata (kategori meningkat meskipun termasuk rendah untuk anak seusianya); (3) terdapat peningkatan perkembangan bahasa sebelum dan setelah penggunan nyanyian terhadap anak speech delay, dimana AR memperoleh kosakata sebanyak 108 kata setelah evaluasi (kategori meningkat).
Copyrights © 2021