Tujuan penelitian ini adalah untuk mendekripsikan hubungan antara harapan dan kesejahteraan subjektif pada remaja yang pernah menjadi korban perundungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling dengan kriteria berusia 14 sampai 17 tahun, berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta dan pernah menjadi korban perundungan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 131. Instrumen yang digunakan adalah skala harapan dan kesejahteraan subjektif yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Instrumen tersebut disebar menggunakan GoogleForm melalui WhatsApp Group. Analisis data dilakukan dengan Pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara harapan dan kesejahteraan subjektifsecara signifikan 0.001 (p0.05). Dengan demikian jika harapan meningkat maka kesejahteraan subjektifnya pun meningkat, begitu juga sebaliknya
Copyrights © 2021