Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER

SOCIO-ECOLOGY HOUSING : KAMPUNG VERTIKAL SEBAGAI RUMAH SUSUN DI PERMUKIMAN KUMUH MUARA BARU

Owen Sebastian (Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara)
Sidhi Wiguna Teh (Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
03 Feb 2022

Abstract

The urbanization of people towards the city center in search of employment and a better life was one of the initial factors that led to the emergence of slum areas in urban areas. Communities who come lack in preparing skills / knowledge so that their economic situation is not able to have a place to live in urban areas. Housing which is one of the urgent basic needs of people who are less able to build simple housing without the provision of adequate facilities and utilities, thus giving rise to slum settlements. The Muara Baru area is one of the slum areas located in Penjaringan Village, North Jakarta. Slum areas that are not well organized have a negative effect on the environment where the slums are located.. This vertical village is one solution to improve the quality of human life by organizing slum settlements. This vertical village design aims to answer the ecological problems caused by slum settlements, especially in the Muara Baru area. So, with the aim of improving the quality of life of residents and restoring good environmental quality, through daily concepts and ecological principles, this Vertical Village is present as a recovery space. Optimizing natural elements, involving the daily activities of residents in slums, and implementing efficient and beneficial space programs for residents and nature are expected to restore the social ecology and environment of slums. Keywords: localities; Muara Baru; slums;  vertical villagesAbstrakUrbanisasi masyarakat menuju pusat kota untuk mencari lahan pekerjaan dan penghidupan yang lebih layak menjadi salah satu faktor awal memunculkan area kumuh di perkotaan. Masyarakat yang datang kurang dalam mempersiapkan keahlian / ilmu pengetahuan sehingga keadaan ekonomi mereka tidak mampu memiliki tempat tinggal yang ada di perkotaan. Tempat tinggal yang merupakan salah satu kebutuhan pokok, mendesak masyarak yang kurang mampu mendirikan tempat tinggal sederhana tanpa penyediaan fasilitas dan utilitas yang memadai, sehingga memunculkan permukiman kumuh. Daerah Muara Baru merupakan salah satu daerah kumuh yang terletak di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Daerah kumuh yang tidak tertata dengan baik ini memberikan efek negatif bagi lingkungan dimana daerah kumuh itu berada. Kampung vertikal ini merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dengan menata permukiman kumuh. Desain kampung vertikal ini bertujuan untuk menjawab masalah ekologi yang ditimbulkan oleh permukiman kumuh terutama di daerah Muara Baru. Maka, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup warga dan mengembalikan kualitas lingkungan yang baik, melalui konsep keseharian dan prinsip ekologi, Kampung Vertikal ini hadir sebagai ruang pemulihan. Mengoptimalkan unsur alam, melibatkan aktivitas sehari-hari warga di permukiman kumuh, dan penerapan program ruang yang efisien dan bermanfaat untuk penghuni dan alam diharapkan dapat memulihkan kembali ekologi sosial dan lingkungan permukiman kumuh.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jstupa

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Social Sciences

Description

Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur ...