Abstrak Postmodern yang mencakup sebuah pemikiran baru, masa sejarah baru, produk budaya baru, dan suatu jenis teori baru tentang dunia sosial umumnya dipahami sebagai realitas yang memberikan tantangan-tantangan baru dalam wilayah agama khususnya agama Kristen. Beberapa penelitian sebelumnya cenderung mendukung pandangan ini. Namun pandangan demikian tidak sepenuhnya benar jika dikenakan pada perkembangan gerakan Kristen pentakosta yang memiliki kekhasan pada pengalaman-pengalaman mistik kegamaan. Dengan menggunakan teori agama diruang publik maka data-data bereputasi menunjukkan eksistensi dan perkembangan signifikan gerakan ini sejak awal kelahiran sampai sekarang yang secara faktual ada dalam konteks postmodern. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa pengalaman-pengalaman mistik keagamaan gerakan Kristen pentakosta relevan dalam konteks postmodern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan Kristen pentakosta dengan kekhasan pada pengalaman-pengalaman mistik keagaamaan relevan dengan konteks postmodern yang telah menobatkan emosi sebagai instrumen untuk menemukan kebenaran. Oleh sebab itu gerakan keagaamaan yang memberikan penekanan pada pengalaman-pengalaman mistik keagamaan akan tetap eksis dalam konteks postmodern. Kata kunci: pengalaman mistik keagamaan, gerakan Kristen Pentakosta, Postmodern, emosi
Copyrights © 2021