Abstrak:Artikel ini berusaha mengeksplorasi kedewasaan berbangsa masyarakat Madura melalui kearifan lokalnya dalam perspektif tiga tradisi masyarakat Madura, yaitu tradisi carok, rokat taseâ dan tradisi ritual samman. Hasil kajian dalam artikel ini ditemukan, bahwa ontologi relasi kedewasaan berbangsa masyarakat Madura tertuang dalam tiga prinsip, yaitu prinsip âyang satu dan yang banyakâ (struktur individual dan sosial), prinsip âpermanensi dan kebaharuanâ (jatidiri orang Madura dan makna nasionalisme) serta prinsip âimanensi dan transendensiâ (kearifan lokal masyarakat Madura dan makna keindonesiaan). Kearifan lokal masyarakat Madura berupa relasi yang sederajat dan seukuran dalam pola pikir, pola sikap dan pola perilaku yang selaras, serasi dan seimbang antar sesama manusia (tradisi carok), manusia dengan alam-lingkungan (tradisi rokat taseâ), dan manusia dengan dunia ghaib (tradisi ritual samman). Kedewasaan berbangsa masyarakat Madura merupakan konseptualisasi dan aktualisasi sintesa stuktur individual dan struktur sosialnya berupa pola pikir, pola sikap dan pola perilaku bangga sebagai ras Madura dan non-arogansi sebagai salah satu ras di Negara Indonesia.Kata kunci:jatidiri, kearifan lokal, nasionalisme-keindonesiaan
Copyrights © 2012