Tren gangguan jiwa berat yang semakin meningkat setiap tahunnya membutuhkan perhatian dan penanganan yang komprehensif dan berkesinambungan. Sebagian besar masyarakat masih memiliki stigma tentang keberadaan orang dengan gangguan jiwa, sehingga masih adanya perlakuan diskriminatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang akan menghambat proses pemulihan kesehatan jiwa bagi ODGJ. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sebani Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan desain pra eksperimen (pretes-posttes) dengan psikoedukasi sebagai variabel bebas dan variabel terikat adalah efikasi diri. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tentang efikasi diri keluarga sebelum pemberian psikoedukasi dan setelah pemberian psikoedukasi diambil sampel sebanyak 22 responden dan metode total sampling adalah metode sampling. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test mengingat kelas data diambil sebagai data ordinal. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p=0,006 yang lebih kecil dari = 0,05 yang berarti H0 ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan pemberian psikoedukasi terhadap efikasi diri keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Dengan psikoedukasi, pemahaman keluarga tentang gangguan jiwa dan manajemen stres akan lebih baik yang berdampak pada peningkatan efikasi diri keluarga dalam merawat anggota ODGJ yang pada akhirnya angka deprivasi ODGJ di Indonesia akan menurun.
Copyrights © 2022