Ulos sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang dimiliki Indonesia merupakan buah pikir dan hasil dari seni kualitas tinggi sebagai warisan leluhur yang harus tetap dilestarikan. Nilai sakralitas Ulos merupakan gambaran dunia batin orang Batak. Setiap Ulos memiliki makna dan tujuan antara pemberi dan penerima Ulos. Ditetapkannya Ulos menjadi warisan budaya tak benda Indonesia merupakan suatu harapan baru untuk melangkah menuju warisan dunia (world heritage). Dilihat dari esensinya, Ulos memiliki makna kehidupan dan representasi semesta alam. Ulos merupakan symbol restu, kasih sayang dan persatuan. Ulos merupakan kebutuhan primer dalam adat batak. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan Ulos sebagai identitas budaya Batak yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia disertai upaya untuk menjadi warisan dunia, selain itu untuk menambah literasi mengenai Ulos. Adapun metode yang digunakan dalam tulisan ini metode deskriptif, dengan menggambarkan fenomena yang ada dan pengumpulan data studi literatur. Dibawah naungan UNESCO sebagai organisasi dunia yang menaungi warisan budaya, secara berkala setiap negara wajib melaporkan dan mengusulkan warisan budaya baru untuk dijadikan warisan dunia. Dengan langkah itu Ulos dibawah naungan BPNB (Balai Pelestarian Nilai Budaya) Aceh terus berupaya dan berusaha agar dapat terdaftar sesuai dengan syarat-syarat suatu warisan budaya dapat menjadi warisan dunia (world heritage).
Copyrights © 2021