Al-Qurâan merupakan sumber ajaran Islam, termasuk di dalamnya sebagai dasar ilmu Islam. Ilmu yang terkandung di dalam Al-Qurâan tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu keagamaan saja tetapi jugaterdapat ilmu-ilmu secara umum. Ilmu-ilmu Islam yang terkandung di dalam Al-Qurâan memang tidak dijelaskan secara rinci, tetapi bersifat universal, selalu berlaku untuk umum dan tidak terikat dengan ruang dan waktu. Jika di dalam Al-Qurâan hanya tertulis secara global, maka penjelasannya bisa dicari di dalam Sunnah atau lewat penelitian di lapangan, baik yang bersifat memperkokoh ataupun memerinci. Oleh sebab itu, Al-Qurâan dapat dijadikan sebagai rumusan teori, dalam arti Al-Qurâan dijadikan sebagai paradigma. Paradigma Al-Qurâan berarti suatu konstruksi pengetahuan yang memungkinkan kita memahami realitas sebagaimana Al-Qurâan memahaminya. Di dalam menguak keilmuan Islam yang terkandung di dalam Al-Qurâan, kita juga harus melihat konteks ayat saat turun, karena pada saat ayat tersebut turun pasti ada intervensi budaya, sehingga wahyu adalah Ijtihad Tuhan bagi manusia. Maksudnya adalah solusi yang sifatnya temporer yang tidak tunggal sebagai instrumen untuk membangun kebajikan di bumi. Al-Qurâan merupakan undang-undang abadi bagi umat manusia, tidak disimpangkan, diganti, dilompati dan tidak pula tercecer ketika diterapkan. Al-Qurâan senantiasa relevan untuk masa-masa keIslaman yang berbeda. Al-Qurâan memerlukan penjelasan, dia sangat butuh terhadap Sunnah Nabi SAW ketimbang kebutuhan Sunnah terhadap Al-Qurâan. Demikian pula untuk membuktikan grand concept dalam Al-Qurâan sangat dibutuhkan penelitian lapangan.
Kata Kunci: Al-Qurâan, Ilmu Islam, Sumber Ilmu, Struktur Ilmu, Ilmu Pengetahuan.
Copyrights © 2010