MullÄ JadrÄ ( 1571- 1640 M ) adalah salah seorang filosof Muslim terbesar, karena memiliki keunggulan ilmu di bidang filsafat, tafsir, hadis, dan âirfan ( gnosis). JadrÄ membangun âmazhab baru filsafatâ dengan semangat mengintegrasikan sedikitnya enam sumber pemikiran yang berkembang di kalangan umat Islam, yaitu; 1) sumber tradisional, yaitu al-Qurâan, Hadis, dan ucapan para Imam, 2) sumber klasik filsafat Yunani-Ramawi, 3) tradisi klasik teologi dialektis (ilmu kalam) 4) pemikiran filsafat Aristotelian cum Neoplatonis yang diislamkan oleh Al-Farabi dan Ibn Sina yang dikenal dengan filsafat paripatetik, 5) filsafat iluminasi Suhrawardi, dan 6) pemikiran mistik (âirfan ) Ibn âArabi. Berangkat dari sumber-sumber tersebut JadrÄ menemukan ide-ide baru yang segar, yang pada gilirannya membentuk mazhab filsafat baru di dunia Islam, yaitu al- Hikmah al- Mutaâalyah.
Oleh sebab itu, setelah mengkaji secara jeli semua karya berikut sumber-sumber rujukan á¹¢adrÄ, seorang pembaca obyektif akan menemukan bahwa sistem dan susunan serta kaidah-kaidah dan landasan-landasan filsafatnya lebih banyak bersumber dari dirinya sendiri secara autentik, tidak dipinjam dari manapun dan sepenuhnya orisinil, meskipun tentu saja dia harus mencantumkan sederet bahan dari beragam tulisan orang lain. Mustahil sebuah sistem utuh dapat terlahir dari penggabungan sintesis berbagai sistem yang berbeda, tetapi mustahil pula seseorang mampu merumuskan sistem pemikiran tanpa memuat ungkapan-ungkapan yang telah diutarakan para pendahulunya di bidang yang sama. Sebagai seorang tokoh pemikir, logis apabila JadrÄ tidak memulai dari nol, melainkan sangat dipengaruhi oleh horizon pemikiran yang melatar belakanginya. Dengan mencermati sejarah pendidikan dan para gurunya, secara tidak langsung dapat diketahui sumber-sumber yang melatar belakangi pemikiran JadrÄ. Namun JadrÄ berbeda dengan flgur lain yang secara umum cenderung sealur dengan para pendahulunya. JadrÄ pemikirannya bersifat multi varian, integratif, dan sintesis. Kenyataan ini menyebabkan pemikirannya sangat terkait dengan varian wacana intelektual yang berkembang sebelumnya
Copyrights © 2011