Konjungsi merupakan kata penghubung yang berfungsi memperluas satuan gramatikal dan menekankan bagian mana yang menjadi fokus informasi dalam satuan tersebut. Penggunaan konjungsi merupakan salah satu pilihan dalam sistem hubungan logis antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf dalam penekanan makna. Penggunaan konjungsi, baik tepat maupun tidak tepat dalam karangan tidak lepas dari peran siapa yang membuat karangan tersebut. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan wujud konjungsi dalam karangan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Banda Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pemberian tugas mengarang kepada subjek penelitian. Analisis data dilakukan dengan model alir yang diadaptasi dari Milles dan Huberman dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dan verifikasi sampai diperoleh simpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud konjungsi yang digunakan dalam karangan siswa meliputi konjungsi tunggal dan konjungsi kompleks. Wujud konjungsi, baik tunggal maupun kompleks digunakan cukup bervariasi. Sehubungan ada dan tidaknya konjungsi digunakan, hasil penelitian menunjukkan, baik konjungsi tunggal maupun kompleks didasarkan pada (1) pengalaman dan kebiasaan siswa dan (2) perkembangan kognitif siswa yang masih terbatas. Sehubungan dengan penggunaannya, hasil analisis menunjukkan bahwa ada konjungsi tunggal yang digunakan (1) secara mandiri dan yang digunakan (2) berdampingan dalam karangan. Sehubungan dengan tepat tidaknya konjungsi digunakan, hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat konjungsi tunggal yang digunakan keliru secara lintas konstruksi, seperti konjungsi dan, lalu, kemudian, tetapi, tapi, dan karena. Ketidaktepatan siswa dalam menggunakan konjungsi-konjungsi tersebut karena siswa salah dalam bergeneralisasi.
Copyrights © 2022