Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

GREETING SYSTEM IN BANDA NAIRA SPEECH COMMUNITY (A SOCIOLINGUISTIC REVIEW) Mujiati La Saadi; Ernawati Ernawati
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 7, No 2 (2020): Erudio Journal of Educational Innovation
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18551/erudio.7-2.7

Abstract

Greeting activities in social interactions create the use of greetings words. Greeting word is a lingual unit in the form of a word or group of words used in social interactions to address the interlocutor. The greeting word, referring to the personal pronoun of the second person in a conversation, is generally influenced by the speaker, the interlocutor, and the relationship between the two. This study aimed to describe the forms of greeting in the Banda Naira speech community and the factors that influence the use of greetings. This research used a descriptive qualitative method. The data used are greeting words. This research used distribution technique to analyze the data. The Banda Naira community uses forms of greeting divided into kinship terms and non-kinship terms. The usage distribution of kinship terms, referring to a person with and without familial ties, is often followed by the name of the other person. The usage of kinship terms is influenced by the multicultural nature of the Banda Naira community.
INTERFERENSI BAHASA ASING PADA BAHASA TUTUR MASYARAKAT BANDA NAIRA Mujiati La Saadi
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 2 No 1 (2016): PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.763 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk tujuan; (1) mengenal bentuk-bentukinterferensi bahasa asing terhadap bahasa tutur masyarakat BandaNaira; (2) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkanterjadinya interferensi tersebut? (3) Mengetahui pengaruh interferensibahasa asing bagi bahasa tutur masyarakat Banda Naira?Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.Metodedeskriptif dilakukan melalui dua cara, yaitu cara simak dan caramencatat. Cara simak adalah cara menyadap pemakaian bahasaseseorang atau beberapa orang. Sementara cara mencatat adalah caramenjaring data dengan mencatat hasil penyimakan pada suatu datatertentu. Adapun analisis data dilakukan dengan teknik ganti danteknik perluas. Teknik ganti, yang biasa disebut pula dengan istilahteknik distribusi adalah mengganti satuan kebahasaan tertentu didalam suatu konstruksi dengan satuan kebahasaan yang lain di luarkonstruksi yang bersangkutan.Melalui penelitian ini diharapkan dapatmemberikan manfaat teoretis dan praksis. Manfaat teoretis yaitumenjadi referensi awal mengenai penelitian bidang linguistik lainnya,khususnya kajian sosiolinguistik. Selain itu, juga dapat memperkayapengetahuan kebahasaan, khususnya mengenai interferensi bahasa,dalam hal ini interferensi bahasa asing kedalam bahasa daerah.Adapunmanfaat praktis adalah, penelitian ini diharapkan menjadi pemahamanbagi generasi muda, untuk lebih mengenal jati diri, menghargai bahasasendiri, dan menggunakannya dengan baik dan benar.
CAMPUR KODE DIALEK BANDA TERHADAP BAHASA INDONESIA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 BANDA Mujiati La Saadi
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 3 No 1 (2017): PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.723 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bila seorang siswa yang menguasai lebih darisatu bahasa dan melakukan kontak komunikasi, maka peluang terjadinya campurkode sangat besar. Dalam penelitian ini mendeskripsikan bentuk-bentuk campurkode, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode, dan efek yangditimbulkannya dari adanya penggunaan campur kode dalam kegiatan belajarmengajar siswa kelas VII SMP Negeri 6 Banda. Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metodeobservasi dan teknik simak-libat-cakap, serta teknik rekam kepada subjek dalamKBM. Analisis data yang digunakan adalah analisis teks dengan alur analisis:reduksi data, sajian data, dan kesimpulan dan verifikasi sampai pada penarikankesimpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yangdominan digunakan siswa adalah bentuk kata. Faktor terjadinya campur kodedigunakan siswa adalah (1) faktor sosial dan (2) faktor situasi. Pada faktor sosialdikarenakan adanya maksud dan kebiasaan sedangkan faktor situasi dikarenakanadanya ruang kesantaian dan kondisi mental (emosi) siswa. Efek yangditimbulkan dari penggunaan campur kode dalam KBM adalah strukturkebahasaan Indonesia menjadi tidak baku dan tujuan pembelajaran BahasaIndonesia dalam kurikulum belum maksimal tercapai.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA SURAT RESMI DI KANTOR NEGERI ADMINISTRATIF TANAH RATA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH MUJIATI LA SAADI
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 1 (2022): PARADIGMA : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.415 KB)

Abstract

Surat dinas adalah media komunikasi formal yang dikeluarkan oleh suatu instansi, yang tentu saja dalam penulisannya memperhatikan kaidah bahasa tulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada surat resmi di Kantor Negeri Administratif Tanah Rata Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di kantor desa Negeri Administratif Tanah Rata. Data penelitian ini adalah kesalahan penggunaan kata baku, kesalahan ejaan, dan faktor yang mempengaruhi kesalahan. Sumber data penelitian ini adalah surat resmi yang dikeluarkan oleh kantor desa pada bulan November 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis alir Miles dan Huberman, yaitu mereduksi data, menyajikan data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kesalahan pada pemakaian kata baku dan ejaan. Kesalahan pada pemakaian kata baku ditemukan kesalahan penulisan salam pembuka dan salam penutup, serta penulisan kata insya Allah. Kesalahan pemakaian ejaan ditemukan adanya ketidaktepatan pemakaian huruf, penulisan huruf, dan pemakaian tanda baca. Pada pemakaian huruf ditemukan kesalahan penulisan huruf kapital, huruf miring, dan huruf tebal. Kesalahan penulisan huruf kapital yang meliputi penulisan nama diri, nama hari, dan konjungsi. Pada penulisan huruf ditemukan kesalahan penulisan imbuhan dan penulisan huruf tebal. Pada pemakaian tanda baca ditemukan kesalahan pemakaian tanda titik, tanda koma, garis miring, tanda hubung. Faktor penyebab terjadinya kesalahan ada empat, yaitu staf desa (bagian tata usaha) tidak memahami kaidah bahasa Indonesia, terutama kaidah bahasa tulis, kemampuan menulis surat hanya diperoleh secara otodidak atau mengikuti yang sudah ada. tidak adanya pelatihan khusus menulis surat dinas dari pemerintah daerah, dan bagian tata usaha yang menulis surat lebih dari satu orang, sehingga memunculkan konsep yang berbeda-beda. Saran yang dapat diberikan, bagi desa diperlukan adanya motivasi diri terkait dengan pengembangan bahasa Indonesia, bagi pemerintah terkait perlu kiranya membuka pelatihan menulis surat untuk staf desa.
WUJUD KONJUNGSI DALAM KARANGAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 BANDA MALUKU TENGAH MUJIATI LA SAADI
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2019): PARADIGMA : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.59 KB)

Abstract

Konjungsi merupakan kata penghubung yang berfungsi memperluas satuan gramatikal dan menekankan bagian mana yang menjadi fokus informasi dalam satuan tersebut. Penggunaan konjungsi merupakan salah satu pilihan dalam sistem hubungan logis antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf dalam penekanan makna. Penggunaan konjungsi, baik tepat maupun tidak tepat dalam karangan tidak lepas dari peran siapa yang membuat karangan tersebut. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan wujud konjungsi dalam karangan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Banda Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pemberian tugas mengarang kepada subjek penelitian. Analisis data dilakukan dengan model alir yang diadaptasi dari Milles dan Huberman dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dan verifikasi sampai diperoleh simpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud konjungsi yang digunakan dalam karangan siswa meliputi konjungsi tunggal dan konjungsi kompleks. Wujud konjungsi, baik tunggal maupun kompleks digunakan cukup bervariasi. Sehubungan ada dan tidaknya konjungsi digunakan, hasil penelitian menunjukkan, baik konjungsi tunggal maupun kompleks didasarkan pada (1) pengalaman dan kebiasaan siswa dan (2) perkembangan kognitif siswa yang masih terbatas. Sehubungan dengan penggunaannya, hasil analisis menunjukkan bahwa ada konjungsi tunggal yang digunakan (1) secara mandiri dan yang digunakan (2) berdampingan dalam karangan. Sehubungan dengan tepat tidaknya konjungsi digunakan, hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat konjungsi tunggal yang digunakan keliru secara lintas konstruksi, seperti konjungsi dan, lalu, kemudian, tetapi, tapi, dan karena. Ketidaktepatan siswa dalam menggunakan konjungsi-konjungsi tersebut karena siswa salah dalam bergeneralisasi.
ALIH KODE BAHASA BUTON PENUTUR BANDA TERHADAP BAHASA INDONESIA PADA KEGIATAN JUAL BELI DI PASAR BANDA NAIRA MUJIATI LA SAADI
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2020): PARADIGMA : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.524 KB)

Abstract

Seorang yang melakukan pembicaraan sebenarnya mengirimkan kode-kode kepada lawan bicaranya. Dalam masyarakat multilingual sangat sulit seorang penutur mutlak hanya menggunakan satu bahasa. Oleh karena itu, alih kode merupakan salah satu aspek ketergantungan bahasa (language dependency) dalam masyarakat multilingual tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan alih kode bahasa Buton penutur Banda terhadap Bahasa Indonesia pada kegiatan jual beli di pasar Banda Naira. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dalam penelitin ini dijabarkan secara deskriptif dengan tanpa menggunakan angka-angka atau data statistik. Data dalam penelitian ini adalah alih kode bahasa Buton penutur Banda terhadap Bahasa Indonesia dialek Banda. Sumber data adalah tuturan lisan dalam kegiatan jual beli di pasar Banda Naira Kabupaten Maluku Tengah. Masyarakat Banda yang melakukan interaksi jual beli tersebut merupakan subjek dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk alih kode berupa: (1) bentuk ekternal dan (2) bentuk internal. Bentuk alih kode eksternal yang ditemukan yaitu alih bahasa Buton ke dialek Banda dan alih dialek Banda ke bahasa Buton. Bentuk alih kode internal yang ditemukan, yaitu terjadinya alih ragam: beralihnya ragam santai ke ragam formal dan alih variasi: beralihnya dialek Ambon ke dialek Banda. Terkait dengan faktor penyebab terjadinya alih kode ditemukan: (1) hadirnya orang ketiga, (2) berubahnya topik pembicaraan, (3) penutur dan lawan tutur karena memiliki latar belakang yang sama, (4) penegasan maksud, dan (5) berubahnya situasi berbahasa. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disarankan kepada mahasiswa khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia agar dapat menambahkan pengetahuan dalam bidang kebahasaan dari linguistik terapan terutama bidang sosiolinguistik, kepada peneliti lanjutan, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam melakukan penelitian- penelitian selanjutnya.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOMUNIKASI POLITIK Beberapa Tilikan Kasus Akhmad Fathanah di Media Harian Tempo MUJIATI LA SAADI; FADLY KASDAM
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2018): PARADIGMA : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam wacana politik, tujuan penggunaan bahasa umumnya untuk menutupi kekurangan, melarikan diri dari tanggung jawab, menangkis serangan lawan politik, menutupi topeng kebusukan, menjatuhkan mental, meneror, atau bahkan menakut-nakuti lawan. Seorang politisi dalam menggunakan bahasa pastilah menyiratkan kesantuanan, baik yang positif maupun yang negatif untuk menjatuhkan lawan politiknya serta untuk penyelamatan muka. Penentu kesantunan tidak hanya bentuk bahasa itu sendiri, melainkan juga bentuk bahasa dan konteksnya, yang antara lain latar penggunaan, partisipan, tujuan, instrumen, norma, dan genre. Seperti halnya kasus Akhmat Fathanah yang termuat dalam media massa „Harian Tempo‟ menyiratkan berbagai strategi kesantunan sebagai upaya penyelamatan muka. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah teks yang mengandung kesantunan berbahasa. Sumber data penelitian ini adalah media massa “Harian Tempo” edisi 31 Januari 2013 dan 6 Mei 2013. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode baca-catat. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan formulasi Model Person Brown dan Levinson, yaitu rasionalitas dan muka. Hasil analisis menunjukan bahwa strategi kesantunan yang diterapkan berupa tanpa basa basi menuduh atau menyudutkan salah satu pihak tertentu, kesantunan positif dengan masih memercayai dan menghargai orang lain, dan kesantunan negatif sebagai upaya perlawanan untuk mempertahankan eksistensi dirinya. Pelajaran yang dapat diambil dari kasus korupsi AF yang termuat dalam media massa Harian Tempo bahwa kritik, ketidaksetujuan, keluhan, dan sebagainya boleh saja dikemukakan dalam suatu wacana politik, asalkan memilih strategi kesantunan yang tepat karena dapat membantu menciptakan citra elegan di hadapan masyarakat terkait kedudukan politiknya.
TINDAK TUTUR DI LINGKUNGAN KELUARGA MASYARAKAT DESA NUSANTARA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Selvia S. Frangkemon; Mujiati La Saadi; Eca Wongsopatty
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.63 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i2.189

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei Tahun 2021 yang berlokasi di desa Nusantara Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Jumlah data keseluruhan dalam hasil penelitian ini adalah 7 data tuturan, yang dimana memiliki 36 kutipan terdiri lokusi 22 kutipan, ilokusi 8 kutipan dan perlokusi 6 kutipan. Penelitian ini bertujuan untuk “mendeskripsikan tindak tutur di lingkungan keluarga masyarakat Desa Nusantara Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu keluarga masyarakat Desa Nusantara RT 03. Data dalam penelitian ini yaitu tuturan yang mengandung lokusi, ilokusi dan perlokusi yang terjadi dalam interaksi sehari-hari, sumber data yaitu keluarga masyarakat Desa Nusantara RT03. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data yang digunakan adalah teknik alir yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifiksi.  Hasil penelitian dapat menunjukan bahwa tindak tutur yang terjadi yaitu tindak tutur lokusi di lingkungan keluarga masyarakat desa nusantara kebanyakan menggunakan tindak tutur lokusi pertanyaan. Tindak tutur ilokusi di lingkungan keluarga masyarakat desa nusantara kebanyakan menggunakan tindak tutur ilokusi bentuk kalimat perintah. kemudian tindak tutur perlokusi di lingkungan keluarga masyarakat desa nusantara kebanyakan menggunakan kalimat membujuk yang menimbulkan efek tindakan atau perbuatan dari lawan tutur. Saran yang dapat diberikan yaitu bagi Mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dapat menambah pengetahuan dalam bidang kebahasaan dan bidang pragmatik.
BENTUK IDIOM DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT TANAH RATA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Mujiati La Saadi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 6 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v6i1.245

Abstract

Dalam interaksi komunikasi, seseorang membangun hubungan sosial dengan orang lain dengan saling berbagi informasi, baik dari pemikiran mereka maupun dari perasaan mereka. Tentu saja, seseorang akan menggunakan idiom di sela-sela interaksi agar pembicaraan terlihat lebih halus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk idiom dalam interaksi sosial masyarakat Tanah Rata Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif yang dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan April Tahun 2023 yang berlokasi di desa Tanah Rata Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Subjek penelitian ini yaitu masyarakat Desa Tanah Rata yang melakukan interaksi sosial. Data penelitian ini adalah tuturan yang mengandung idiom, sumber data yaitu tuturan lisan masyarakat Desa Tanah Rata yang melakukan interaksi sosial. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data yang digunakan adalah teknik alir yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifiksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk idiom yang digunakan masyarakat Tanah Rata dalam interaksi sosial adalah bentuk idiom penuh dan idiom sebagian. Idiom penuh dan sebagian yang digunakan umumnya berwujud frasa dengan kategori nomina. Dari kedua bentuk idiom tersebut, masyarakat lebih dominan menggunakan idiom sebagian dalam interaksi sosial mereka.