Penelitian ini membahas tentang perubahan lagu Jaran Goyang yang bergenre dangdut koplo, yang kemudian digubah menjadi lagu sholawatan dengan judul Ayo Move On. Kedua lagu tersebut memiliki latar belakang musik yang jauh berbeda, dimana lagu Jaran Goyang dimainkan oleh grup orkes dangdut koplo, sedangkan Ayo Move On dimainkan oleh grup hadrah Syubbanul Muslimin dari para santri remaja di Pondok Pesantren Nurul Qadim Probolinggo. Perubahan Lagu Jaran Goyang menjadi Ayo Move On mengalami proses transit (geografis) dan transisi (makna). Kedua lagu tersebut sama-sama popular melalui jejaring sosial youtube yang kemudian membentuk wacana baru di dalam budaya pop. Dengan menggunakan pisau analisis yang digagas oleh Maruška Svašek yaitu transit dan transisi, penulis mengungkap bagaimana proses yang terjadi dari perubahan kedua lagu tersebut, serta dampak yang ditimbulkan pada budaya pop khususnya budaya pop Islam yang dipengaruhi oleh kehadiran grup hadrah Syubbanul Muslimin. Kata Kunci: perubahan, dangdut koplo, sholawatan, budaya pop Islam.
Copyrights © 2020