Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru kejuruan dalam melaksanakan pembelajaran kejuruan untuk mencapai siswa yang kompeten sesuai standar industri. Dengan menggunakan jenis Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), empat guru kejuruan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor menerapkan Model Pembelajaran Teaching Factory. Pengamatan pembelajaran dilaksanakan pada tahapan pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 dengan protokol pencegahan Covid-19. Pada pra siklus digunakan untuk mengetahui kondisi awal guru Selain itu peneliti mengamati perangkat pembelajaran guru. Dari data data pengamatan tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menujukkan Model Pembelajaran Teaching Factory dapat meningkatkan kompetensi profesional guru kejuruan, dengan diperolehnya data kenaikan prosentase keberhasilan kegiatan untuk mengukur kompetensi profesional guru yaitu pada aspek Menguasai Materi Pembelajaran Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Menguasai Tahapan Pembelajaran TEFA dan Mengguasai Penggunaan Media Pembelajaran. Peningkatan kompetensi profesional ini dilihat dengan membandingkan pencapaian prosentase pada pra-siklus, siklus 1, dan siklus 2. Penelitian juga menunjukan bahwa dengan Penelitian Tindakan Sekolah dapat menaikan prosentase keberhasilan pembelajaran yang dilakukan guru. Hal ini dapat dilihat pada siklus 2 semua guru yang diteliti telah mencapai indikator keberhasilan pembelajaran yaitu untuk guru A, B, C, dan D masing masing sebesar 86%, 79%, 79% dan 78%.
Copyrights © 2021