Variasi penggunaan bahasa banyak terjadi pada penamaan objek wisata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar penggunaan variasi bahasa dan bentuk campur kode pada penamaan objek wisata di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskrisi kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan bentuk: dokumentasi, wawancara, catatan, dan sebagainya. Hasil peneltian menunjukkan bahwa, penggunaan variasi penggunaan bahasa pada penamaan objek wisata di Kabupaten Sleman, Yogyakarta ada 4 jenis: (1) Bahasa Indonesia sebesar 52.6%; (2) Bahasa Indonesia-Jawa sebesar 15.8%; (3) Bahasa Indonesia- Inggris sebesar 18.4%; (4) Bahasa Inggris sebesar 13.2%. Bentuk campur kode yang terdapat pada penamaan objek wisata di Kabupaten Sleman, Yogyakarta yaitu campur kode ke dalam (innercode_mixing) berupa kata dalam bahasa Jawa dan campur kode ke luar (outercode-mixing) berupa kata dalam bahasa Inggris.
Copyrights © 2019