Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan
Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021

TEOLOGI “PUASA” DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN, PSIKOLOGIS DAN SPIRITUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MANUSIA HIDUP

GP Harianto (Sekolah Tinggi Teologi Excelsius)



Article Info

Publish Date
23 Dec 2021

Abstract

Fasting is not for pleasure, intoxication, fattening the body or beautifying oneself, but eliminating feelings of hunger so that they can live in peace. The question that arises is: What is Fasting in Health Growth? What is Fasting Psychologically? What is Fasting Spiritually? How can Theology of Fasting in Health, Psychological and Spiritual Perspectives Improve the Basic Quality of Human Life? This research method uses qualitative through literature study with content analysis approach. The results of the study: (1) Fasting in health means that a person trains himself to have an awareness of increasing his body to be healthy and away from all diseases. (2) Fasting psychologically means that a person trains himself to be able to control himself from all matters or situations encountered so that he has a wise reaction in making all decisions. (3) Fasting spiritually means a person trains himself to live more focused only on Allah. He had constant encounter with God by fasting, praying, and reading the Bible. (4) Theology of Fasting forms holistic thinking about the fasting paradigm from a health, psychological and spiritual perspective into a single entity that cannot be separated. Health, psychology and spiritual growth are the meaning of fasting theology: success on earth and success in heaven.Puasa bukan bukan untuk kesenangan, memabukkan, menggemukkan badan atau memperindah diri, tetapi menghilangkan perasaan lapar  sehingga dapat hidup dengan tentram. Persoalan yang muncul adalah: Apakah Puasa secara Pertumbuhan Kesehatan?  Apakah Puasa secara Psikologis? Apakah Puasa secara Spiritual? Bagaimanakah Teologi “Puasa” dalam Perspektif Kesehatan, Psikologis dan Spiritual dapat Meningkatkan Kualitas Dasar Manusia Hidup? Metode penelitian in menggunakan kualitatif melalui studi pustaka dengan pendekatan analisis isi. Hasil penelitian: (1) Puasa secara kesehatan berarti seseorang melatih diri sendiri untuk mempunyai kesadaran  meningkatkan tubuhnya menjadi sehat dan jauh dari segala penyakit. (2) Puasa secara psikologi berarti seseorang melatih diri sendiri untuk mampu mengotrol diri dari segala perkara atau situasi yang dihadapi sehingga ia mempunyai reaksi yang bijak dalam mengambil segala keputusan. (3) Puasa secara spiritual berarti seseorang melatih diri sendiri semakin  hidup fokus hanya kepada Allah. Ia mengadakan perjumpan terus-menerus dengan Allah dengan cara berpuasa, berdoa, dan membaca Alkitab. (4) Teologi “Puasa” membentuk berpikir secara holistik tentang paradigma puasa dalam perspektif kesehatan, psikologis dan spiritual menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pertumbuhan kesehatan, psikologi dan spiritual adalah makna dari teologi puasa: berhasil di dunia dan berhasil di surga.  

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

excelsisdeo

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences Other

Description

Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi, misiologi, dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2684-8724 (print) dan e-issn: 2685-0923 (online) yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius dengan lingkup kajian ...