Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh profil metakognisi siswa kelas akselerasi
dalam memecahkan masalah Matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif
eksploratif. Siswa diberi masalah matematika dan diminta mengerjakannya. Pada setiap langkah pemecahan
masalah sesuai langkah-langkah pemecahan masalah menurut teori Polya, siswa diwawancara dan diminta
untuk menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan dalam mengerjakan masalah tersebut. Wawancara dalam
penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran proses metakognisi siswa.
Siswa kelompok atas kelas akselerasi memiliki pengetahuan metakognisi yang lengkap, yakni
Pengetahuan deklaratif (declarative knowledge), pengetahuan prosedural (procedural knowledge), dan
pengetahuan kondisional (conditional knowledge). Siswa dapat menghubungkan informasi yang ada dalam
soal dengan pengetahuan awal yang diperlukan, siswa dapat memilih strategi pemecahan masalah dengan
tepat dengan memilih dan menerapkan rumus yang diperlukan. Siswa dapat berpikir reflektif dengan mengkritisi
soal. Siswa juga memiliki pengetahuan tentang diri sendiri mengenai kekuatan diri sendiri, kelemahannya dan
kesadaran atas tingkat pengetahuannya sendiri (self knowledge). Siswa memiliki variabel intra individu, yaitu
menyadari bahwa dirinya lebih mampu di bidang matematika dibandingkan dengan pelajaran lain. Sedangkan
siswa dari kelompok bawah, memiliki pengetahuan metakognisi yang kurang lengkap. Dalam pemecahan
masalah matematika, siswa tidak membuat perencanaan, pemantauan dan evaluasi proses berpikirnya dengan
baik, apabila menemui soal yang terkait trigonometri, siswa sudah bingung, sehingga yang dilakukan hanyalah
dengan mengandalkan hafalan saja. Apabila tidak hafal, siswa main tebak. Siswa lain dari kelompok bawah,
kalau ditanya mengapa menggunakan rumus itu atau mengapa menggunakan cara itu, jawabnya adalah âkata
pak guruâ atau âdari catatanâ.
Kata kunci : Metakognisi, Pemecahan Masalah Matematika, Kelas Akselerasi SMA
Copyrights © 2012