Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021

PUASA RAMADHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROGRESIFITAS PENYAKIT GINJAL KRONIK

Abdullah Abdullah (Division of Nephrology Department of Internal Medicine Faculty of Medicine Universitas Syiah Kuala)
Desi Salwani (Division of Nephrology Department of Internal Medicine Faculty of Medicine Universitas Syiah Kuala)
Muhsin Muhsin (Department of Internal Medicine Faculty of Medicine Universitas Syiah Kuala)
Andri Baftahul Khairi (Department of Internal Medicine Faculty of Medicine Universitas Syiah Kuala)
Maimun Syukri (Division of Nephrology Department of Internal Medicine Faculty of Medicine Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
23 Dec 2021

Abstract

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci umat Islam dimana pada bulan ini seluruh umat Islam diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh, mulai dari terbit fajar hingga tenggelam matahari. Pengaruh puasa Ramadhan terhadap fisiologis dan biokimia tubuh telah banyak dipelajari dengan hasil yang berbeda-beda. Banyak penelitian menunjukkan puasa Ramadhan dapat ditoleransi dengan aman pada orang sehat dan memberikan efek yang menguntungkan dalam hal regulasi tekanan darah, kadar lipid darah, stres oksidatif, sensitivitas insulin, dan penyakit jantung kronis jika dilakukan dengan benar. Ada banyak kontroversi mengenai puasa Ramadhan untuk penderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) terutama apakah puasa tersebut memperbaiki indikator fungsi ginjal atau malah sebaliknya. Terdapat juga banyak kekhawatiran tentang dampak dehidrasi dan efek hipoperfusi ginjal selama puasa Ramadhan terhadap penderita PGK. Tinjauan kepustakaan ini memberikan bukti-bukti terbaru tentang pengaruh puasa Ramadhan terhadap progresifitas PGK, baik pada penderita predialisis, yang sedang menjalani dialisis, maupun yang telah menjalani transplantasi ginjal.

Copyrights © 2021