Jurnal Koinonia : Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia
Vol 13 No 2 (2021): Juli-Desember

ALLAH “BERHENTI” (ŠABĀT DAN NÛAH) PADA HARI SABAT: APLIKASI BAGI PARA PEMELIHARA SABAT

Milton Pardosi (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 Dec 2021

Abstract

Makna Allah “beristirahat” pada hari ketujuh menarik untuk ditelaah.  Dalam Kejadian 2:2,3 kata “istirahat” adalah שַּׁבָּת/šabāt sedangkan dalam Keluaran 20:11 kata “istirahat” adalah נוּחַ/nûah.  Kedua ayat ini memang berbeda dalam konteks namun terkait hari Sabat.  Mereka yang memelihara hari Sabat mempertanyakan tujuan Musa menggunakan dua kata ini untuk Allah “beristirahat.”  Mengapa Musa menggunakan kata שַּׁבָּת/šabāt hanya untuk Allah dan para pemelihara Sabat sedangkan kata נוּחַ/nûah untuk Allah, budak, orang asing dan binatang.  Kajian ini menjelaskan arti kata שַּׁבָּת/šabāt dan נוּחַ/nûah dalam konteks Allah dan Sabat serta memberi arti kata-kata tersebut bagi pemelihara Sabat. Peneliti menerapkan metode kualitatif berdasarkan grounded theory. Kata שַּׁבָּת/šabāt hanya digunakan untuk Allah dan manusia (pemelihara Sabat) sedangkan שַּׁבָּת/šabāt dan נוּחַ/nûah digunakan untuk Allah, manusia (hamba dan orang asing) dan binatang. “Istirahat” (שַּׁבָּת/šabāt) Allah menandakan kepuasan dan kegembiraan atas apa yang telah Dia lakukan. Allah “beristirahat” dalam Kejadian 2:2,3 menunjukkan fungsi kosmologis.  Itu menjadi contoh bagi manusia alih-alih menyatakan bahwa Allah membutuhkan relaksasi. Allah “beristirahat” (נוּחַ/nûah) dalam Keluaran 20:11 menunjukkan fungsi antropologis karena hari Sabat terkait dengan aktivitas manusia, bukan aktivitas Allah.  Hasil “beristirahat” (נוּחַ/nûah) pada hari ketujuh akan membawa ketenangan atau penyegaran (נׇפַשׁ/nāpaš) yang menyangkut tubuh dan pikiran.  Perubahan dari שַּׁבָּת/šabāt menjadi נוּחַ/nûah dalam konteks Allah “beristirahat” pada hari ketujuh menunjukkan bahwa hari ketujuh awalnya untuk istirahat rohani (batin) untuk mengingat Sang Pencipta tetapi berubah menjadi istirahat rohani dan jasmani bagi manusia setelah jatuh ke dalam dosa.  Itu sebabnya mereka yang ingin menerima Sabat harus melalui beberapa tahapan agar mereka dapat bertahan dalam iman mereka yaitu: belajar sepenuhnya dan tidak terburu-buru; mulai mempraktekkan doktrin Sabat; dan memiliki motif yang benar dalam menerima doktrin ini.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

koinonia

Publisher

Subject

Religion Humanities Education

Description

Jurnal Koinonia is the research journal prepared for those who want to broaden their knowledge in the area of Biblical and Theological studies. In line with this intent, Koinonia welcomes articles coming both from national and international writers. Below is the scope of this journal: Systematic and ...