INDONESIAN JOURNAL OF LEGAL AND FORENSIC SCIENCES
Vol 11 No 2 (2021): Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences

Gambaran Patologis Hasil Autopsi Pada Leher Korban Homicidal Hanging Dan Suicidal Hanging

Muhammad Ilham Dhiya Rakasiwi (Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
Muhammad Taufik (Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
Idham R. Dewantara (Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
Yuli M. Shufiyani (Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
Ade Firmansyah Sugiharto (Departemen Forensik dan Medikolegal, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)



Article Info

Publish Date
24 Nov 2021

Abstract

Gantung diri merupakan bentuk penyebab kematian di dunia. Gantung diri dapat terjadi karena bunuh diri, pembunuhan, kecelakaan atau hukuman. Telaah ini berfokus pada identifikasi jejas pada leher yang ditemukan pada kasus suicidal hanging dan homicidal hanging. Skirining literatur dilakukan pada 3 basis data Pubmed, Scopus dan Cochrane. Semua studi kasus dan laporan kasus berbahasa Inggris digunakan. Tidak ada batasan tahun. Setelah penelaahan kritis 10 laporan kasus homicidal hanging dan suicidal hanging, serta 7 studi kasus suicidal hanging. Telaah ini telah mengidentifikasi dan mensintesis bukti dari 17 studi homicidal hanging dan suicidal hanging. Jejas yang ditemukan berupa jejas jerat (jumlah, letak, arah), perdarahan otot, fraktur kartilago dan tanda kekerasan lain. Telaah ini dapat digunakan kalangan professional di bidang patologi forensik untuk memahami kasus homicidal hanging dan suicidal hanging, serta mengenalkan pentingnya studi literatur di bidang forensik.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

ijlfs

Publisher

Subject

Chemistry Dentistry Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Medicine & Pharmacology

Description

AIFI berdiri sejak Februari 2010 di Jakarta didirikan oleh tokoh-tokoh Ilmuan Forensik Indonesia yang berkumpul di Jakarta dalam dua periode pertemuan. Semua ilmuan forensik yang hadir pada saat itu dinyatakan sebagai pendiri asosiasi ini. Pendiri sepakat dengan mufakat memilih Prof. Dr. Oetarjo ...