Alasan penulis mengangkat masalah ini adalah keprihatinan penulis terhadap mendominasinya idola dari tokoh-tokoh fiktif baik sebagai superhero maupun figur-figur artis di dunia intertainment sosok artis film, penyanyi, pemain bola, atau tokok-tokoh politik yang jelas-jelas memiliki perilaku yang tidak layak untuk dicontoh. Dampak negatif yang muncul adalah perilaku-perilaku generasi muda yang jauh dari akhlaq yang mulia. Setiap manusia memiliki fitrah untuk meniru dan meneladani sosok yang diidolakan. Ia akan selalu mencari idola. Ia akan jadikan ia sebagai patron yang akan dikagumi dan dicontoh. Ia akan berusaha untuk menyesuaikan dirinya dengan idolanya tersebut. Sifat manusia manusia yang mudah meniru ini tidak dimiliki oleh makhluq lain, justru menjadi potensi penting untuk mengembangkan diri dan kemampuannya. Persoalannya adalah terkadang seorang anak memilih seorang idola yang tidak selayaknya diidolakan dalam sudut pandang nilai-nilai Islam dan mengarah pada kriminal. Penulis menjelaskan bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh oleh orang yang mengidolakan atau yang menjadi idola bagi orang lain, agar setiap orang memberikan kontribusi yang positif untuk tumbuh kembangnya karakter yang baik. Artikel ini akan memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yrng muncul seputar disorientasi idola tersebut.
Copyrights © 2021