Jurnal Kesehatan Masyarakat
Vol 9, No 2 (2021): MARET

IDENTIFIKASI HABITAT VEKTOR FILARIASIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOTIMORI KECAMATAN LANDU LEKO KABUPATEN ROTE NDAO

Dominggus Ongky Diaz (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro)
Ari Udijono (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro)
Retno Hestiningsih (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro)
Nissa Kusariana (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro)



Article Info

Publish Date
04 Mar 2021

Abstract

Filariasis adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh infeksi nematoda. Terjadinya kasus filariasis di masyarakat dipengaruhi oleh tiga unsur utama yaitu agent, host dan environment. Penularan filariasis dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan yang meliputi lingkungan fisik, lingkungan biologis dan lingkungan sosial, ekonomi dan budaya. Sanitasi lingkungan yang buruk dapat mempengaruhi keberadaan vektor filariasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi habitat vektor  secara spasial dengan kejadian filariasis di wilayah kerja Puskesmas Sotimori. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode observasi deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Populasi dalam penelitian ini adalah habitat vektor yang mempengaruhi kejadian filariasis. Sampel yang digunakan adalah habitat vektor filariasis antara lain keberadaan semak, rawa, cekdam atau laguna, sawah, dan keberadaan ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran kasus hanya ada di 5 desa yaitu desa Lifuleo, desa Boletena, desa Daiama, desa Sotimori dan desa Daurendale sedangkan 2 desa lainnya yaitu Desa Tenalai dan Desa Pukuafu tidak ada kasus. Keberadaan habitat vektor filariasis antara lain habitat semak ditemukan di 5 dari 7 desa kecuali desa Pukuafu dan Tenalai, keberadaan habitat sawah ada di 5 dari 7 desa kecuali Desa Pukuafu dan Desa Tenalai, keberadaan habitat rawa di 7 desa, keberadaan habitat Cekdam di 2 desa yaitu Desa Daiama dan Desa Daurendale dan keberadaan ternak terdapat di 5 desa kecuali Desa Pukuafu dan Desa Tenalai.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jkm

Publisher

Subject

Public Health

Description

Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) provides an online media to publish scientific articles from research and development in the field of Public Health. The scope of JKM is as follows: - Health Administration and Policy - Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health and Safety - Health ...