Malaria merupakan penyakit menular yang dominan di daerah tropis dan
sub tropis dan dapat mematikan. Setidaknya 270 penduduk dunia menderita
malaria dan lebih dari 2 miliar atau 42% penduduk bumi memiliki resiko terkena
malaria. WHO mencatat setiap tahunnya tidak kurang dari 1 hingga 2 juta
meninggal karena penyakit yang disebarluaskan oleh nyamuk anopheles.
Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan cakupan pendistribusian
kelambu dan penggunaan kelambu di desa Tunggulo Kecamatan Limboto Barat
Kabupaten Gorontalo.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif, yaitu penelitian yang
menggambarkan cakupan program kelambunisasi yang dilihat dari pendistribusian
kelambu dan penggunaan kelambu oleh masyarakat yang berada di wilayah kerja
Puskesmas Limboto Barat khususnya desa Tunggulo. Pengambilan sampel dalam
penelitian ini dilakukan dengan teknik Random Sampling, dengan jumlah sampel
adalah 262 KK dari populasi 818 KK yang telah menerima kelambu.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendistribusian kelambu
yang dilakukan oleh petugas dan kader kesehatan tidak sesuai dengan kriteria
yang diberikan oleh Global Fund yaitu khusus bagi masyarakat yang memiliki ibu
hamil dan bayi atau balita dan warga miskin tetapi pada kenyataannya kelambu
berinsektisida dibagikan kepada seluruh masyarakat. Selain itu kelambu yang
telah diberikan digunakan hanya selama 1-3 bulan saja setelah itu tidak digunakan
lagi dengan berbagai macam alasan ada yang merasa kepanasan, tidak terbiasa,
merasa terganggu, malas, merasa takut dengan warnanya yang putih, ada yang
masih menggunakan anti nyamuk bakar dan elektrik sehingga kelambu yang
dibagikan tidak digunakan.
Dari hasil penelitian yang didapat, peneliti menyimpulkan bahwa
pendistribusian kelambu di desa Tunggulo berjalan dengan baik dan lancar
meskipun sasarannya tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh GF.
Sedangkan partisipasi masyarakat dalam penggunaan kelambu atau cakupan
kelambunisasi mencapai 95,8 %, dan saran untuk instansi terkait agar kiranya
melakukan monitoring minimal dalam 1 bulan 1 kali untuk memastikan kelambu
yang dibagikan sudah digunakan atau belum digunakan.
Kata Kunci : Cakupan Kelambunisasi, kejadian malaria
Copyrights © 2012