PUBLIC HEALTH JOURNAL
VOL 1, NO 1, 2012

GAMBARAN CAKUPAN PROGRAM KELAMBUNISASI DALAM MENCEGAH KEJADIAN MALARIA DI DESA TUNGGULO KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2012.

Yusuf, Rahmat (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Sep 2012

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang dominan di daerah tropis dan sub tropis dan dapat mematikan. Setidaknya 270 penduduk dunia menderita malaria dan lebih dari 2 miliar atau 42% penduduk bumi memiliki resiko terkena malaria. WHO mencatat setiap tahunnya tidak kurang dari 1 hingga 2 juta meninggal karena penyakit yang disebarluaskan oleh nyamuk anopheles. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan cakupan pendistribusian kelambu dan penggunaan kelambu di desa Tunggulo Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif, yaitu penelitian yang menggambarkan cakupan program kelambunisasi yang dilihat dari pendistribusian kelambu dan penggunaan kelambu oleh masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Limboto Barat khususnya desa Tunggulo. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Random Sampling, dengan jumlah sampel adalah 262 KK dari populasi 818 KK yang telah menerima kelambu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendistribusian kelambu yang dilakukan oleh petugas dan kader kesehatan tidak sesuai dengan kriteria yang diberikan oleh Global Fund yaitu khusus bagi masyarakat yang memiliki ibu hamil dan bayi atau balita dan warga miskin tetapi pada kenyataannya kelambu berinsektisida dibagikan kepada seluruh masyarakat. Selain itu kelambu yang telah diberikan digunakan hanya selama 1-3 bulan saja setelah itu tidak digunakan lagi dengan berbagai macam alasan ada yang merasa kepanasan, tidak terbiasa, merasa terganggu, malas, merasa takut dengan warnanya yang putih, ada yang masih menggunakan anti nyamuk bakar dan elektrik sehingga kelambu yang dibagikan tidak digunakan. Dari hasil penelitian yang didapat, peneliti menyimpulkan bahwa pendistribusian kelambu di desa Tunggulo berjalan dengan baik dan lancar meskipun sasarannya tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh GF. Sedangkan partisipasi masyarakat dalam penggunaan kelambu atau cakupan kelambunisasi mencapai 95,8 %, dan saran untuk instansi terkait agar kiranya melakukan monitoring minimal dalam 1 bulan 1 kali untuk memastikan kelambu yang dibagikan sudah digunakan atau belum digunakan. Kata Kunci : Cakupan Kelambunisasi, kejadian malaria

Copyrights © 2012