cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
PUBLIC HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Deskripsi Kondisi Sarana dan Prasarana Sanitasi Pasar Shopping Centre di Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo Tahun 2012 Djamil, Sriwahyuni
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sriwahyuni Djamil. 2012. Deskripsi Kondisi Sarana dan Prasarana Sanitasi Pasar Shopping Centre Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Skripsi, Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Dian Saraswati, S.Pd, M.Kes dan Pembimbing II Ramly Abudi, S.Psi, M.Kes. Pasar merupakan tempat umum orang berjual beli, juga harus dapat memberikan lingkungan yang sehat dan produktif bagi pedagang, pengelola pasar, serta pembeli . Jika kondisi pasar tidak memenuhi syarat sanitasi kesehatan lingkungan maka ini akan memperbesar resiko penularan penyakit berbasis lingkungan seperti Demam Berdarah Dengue, Malaria, Diare dan lain-lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui deskripsi kondisi sarana dan prasarana sanitasi pasar Shopping Centre di Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo Tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu Pasar Shopping Centre yang terdiri dari 61 los/ kios bahan pangan basah, 59 los/kios barang dagangan kering, 40 tempat penjualan makanan jadi (siap saji) serta 6 toilet. Sampelnya adalah keseluruhan unit populasi. Data dianalisis secara deskriptif kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dipersentasekan. Hasil penelitian menggunakan lembar pemeriksaan yang merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 519 tahun 2008 tentang persyaratan kesehatan linkungan pasar, diperoleh bahwa kondisi los/ kios bahan pangan basah 5 (8 %) los/ kios termasuk dalam kategori memenuhi syarat, sedangkan 56 (92% ) termasuk dalam kategori tidak memenuhi syarat. Los/ kios barang dagangan kering 55 (93%) memenuhi syarat, 4 (7%) tidak memenuhi syarat. Los/ kios makanan siap saji 33(83%) memenuhi syarat dan 7 (17%) tidak memenuhi syarat. Toilet 100% tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan. Diharapkan kepada pengelola dan pedagang untuk bekerja sama menyediakan sarana dan prasarana sanitasi pasar serta memperhatikan lingkungan sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit berbasis lingkungan. Kata Kunci : Pasar Shopping Centre, Sarana Prasarana Sanitasi.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Keracunan Merkuri Pada Pemijar Dan Pengolah Emas Di Tambang Emas Desa Hulawa Kecamatan Sumalata Timur Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2012. Petasule, Suparjan
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Suparjan Petasule. 811408112. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Keracunan Merkuri Pada Pemijar Dan Pengolah Emas Di Tambang Emas Desa Hulawa Kecamatan Sumalata Timur Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2012. Skripsi, Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes dan Lia Amalia, SKM, M. Kes pembimbing II. Kegiatan Penambangan emas di Desa Hulawa merupakan kegiatan yang telah dilakukan selama berpuluh tahun oleh masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang pernah dilakukan oleh BLH Gorontalo Utara terdapat penambang yang terindikasi keracunan merkuri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keracunan merkuri pada penambang emas khususnya pemijar dan pengolah di Desa Hulawa, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah para penambang yang masih aktif bekerja. Jumlah sampel dalam penelitian ini ada 29 orang. Data penelitian diambil melalui panduan wawancara dengan kuisioner dan pemeriksaan laboratorium kandungan merkuri di rambut. Faktor-faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah kadar merkuri yang digunakan/hari, masa kerja (tahun), jam kerja/hari, frekuensi kerja/minggu, dan kelengkapan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dari 29 orang sampel terdapat 24 orang (82,8 %) keracunan merkuri. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jam kerja/hari (χ2hit = 5.690 dan ρ =0,046) dan kelengkapan penggunaan APD (χ2hit = 6.768 dan ρ =0,022) dengan keracunan merkuri pada pemijar dan pengolah di Tambang Emas Desa Hulawa, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara. Diharapkan bagi penambang untuk dapat memilih metode yang yang ramah lingkungan tanpa penggunaan bahan-bahan berbahaya, serta mengatur jam kerja dan selalu menggunakan APD. Kata Kunci : Keracunan Merkuri, Penambang, Pemijar, Pengolah  
PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN DAN LAMA TINGGAL TERHADAP DERJAT GANGGUAN PENDENGARAN MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN PLTD TELAGA KOTA GORONTALO TAHUN 2012
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Pengelolaan Sampah di Kecamatan Biau Kabupaten Buol Sulawesi Tengah Tahun 2012 Mansyur, Nurlian
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Sistem Pengelolaan Sampah dengan cara pemindahan sampah, pengangkutan sampah ke TPA yang berada di Desa Los dan pemprosesan akhir sampah yang ada di TPA yang berada di Kecamatan Biau. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dan data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan diinterpretasikan. sedangkan sampel merupakan keseluruhan populasi yaitu sebanyak 56 petugas yang menangani masalah persampahan. Hasil penelitian di Kecamatan Biau menunjukan, pemindahan dilakukan oleh 6 orang petugas dengan frekuensi pemindahan setiap hari sebanyak 48 PP atau sebesar 85,7 % sedangkan 3 hari sekali sebanyak 8 PP atau sebanyak 14,3 % dan kondisi pada saat pemindahan sampah masih berserakan sebanyak 52 PP atau sebesar 92,9%, pengangkutan dilakukan menggunakan pola pengangkutan Transfer Depo dengan menggunakan satu buah dum truk, dan cara pengangkutan sampah dengan cara tidak dipisahkan, cara pemprosesan akhir menggunakan metode pembakaran. Petugas pengelola sampah di Kecamatan Biau yang memakai pelindung diri yaitu pelindung kaki/sepetu boot sebanyak 41 PP (73,2 %) dan yang paling banyak tidak digunakan yakni pelindung mata sebanyak 53 PP (94,6 %). Perlu adanya perhatian dari pemerintah Buol berupa penambahan sarana prasarana dan petugas persampahan juga harus lebih memperhatikan sampah-sampah pada saat pemindahan sampah dari TPS/sumber sampah ke alat pengngkut, perlu adanya perawatan dan penambahan sarana transportasi pengangkutan sampah oleh BLH, mengganti metode pemprosesan akhir dari Pembakaran dilahan Terbuka menjadi Control Land, dan memfasilitasi petugas persampahan dengan memberikan pakaian pelindung diri pada saat bekerja. Kata Kunci : Sampah, Sistem Pengelolaan
Tinjauan Pengelolaan Sampah Medis dan Non Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2012
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan sampah medis dan non medis di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Populasi adalah seluruh petugas yang berhubungan dengan sampah medis dan non medis yaitu 352 orang, sedangkan yang dijadikan sampel yaitu petugas kebersihan 25 orang, pengawas 12 orang, petugas lab 1 orang, radiologi 1 orang, pegawai kantor 2 orang, petugas gizi 2 orang dan kepala sanitasi 1 orang dengan jumlah keseluruhan 68 orang. Data yang terkumpul diolah menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa proses pengelolaan sampah pada tahap penanganan awal telah memenuhi syarat, tahap pengumpulan telah memenuhi syarat, tahap pengangkutan telah memenuhi syarat dan tahap penanganan akhir tidak memenuhi syarat sedangkan untuk penggunaan alat pelindung diri memenuhi syarat. Tahap penanganan akhir dikarenakan tidak memenuhi syarat dikarenakan tidak tersedianya alat pemusnah sampah medis yaitu incinerator menurut Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004. Simpulan untuk mengatasi masalah yang ada diberikan penyuluhan kepada petugas terkait, disediakannya kantong plastik untuk masing-masing jenis sampah, disediakannya alat cuci mekanis, desinfeksi bahan kimia, dilakukan pengemasan sampah, diperbaikinya kondisi kereta pengangkut, disediakannya incinerator dan disediakannya APD lengkap oleh petugas kebersihan. Kata Kunci : Rumah sakit, Sampah medis, non medis
STUDI PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PENANGANAN SAMPAH DI TINJAU DARI ASPEK 3R DI LINGKUNGAN PERUMAHAN CENDANA KELURAHAN DULALOWO KECAMATAN KOTA TENGAH TAHUN2012 Laysa, Sukmawati
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perilaku masyarakat tentang penanganan sampah[ ditinjau dari aspek 3R di lingkungan perumahan Cendana. Pengambilan sampel dilakukan secara non random dengan teknik sampling jenuh, dengan jumlah sampel merupakan keseluruhan populasi yaitu 28 rumah. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dengan menggambarkan masing-masing variabel melalui penskoran dan persentase pada variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 61% responden belum mengetahui arti dari aspek reduce, 89% responden sudah mengetahui arti dari reuse, dan hanya 79% yang sudah paham arti dari recycle, sebanyak 96% responden memiliki sikap baik untuk penanganan sampah dengan aspek reduce, dan untuk penanganan sampah dengan aspek reuse dan recycle ada sebanyak 100% responden yang memiliki sikap baik. Sebanyak 82% responden telah melakukan tindakan penanganan sampah dengan aspek reduce, 75% tidak melakukan tindakan reuse, dan 100% tidak melakukan tindakan recycle. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa angka penilaian yang baik untuk pengetahuan dan sikap yang ditunjukan tidak dapat menjamin bahwa tindakan yang akan dilakukan sebaik dengan pengetahuan yang diketahui dan sikap yang ditunjukan. Disarankan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan lagi bagaimana cara penanganan sampah yang baik dan benar, bukan hanya dari segi pengetahuan dan sikap yang baik ditunjukan akan tetapi di ikuti dengan tindakan yang dapat mencerminkan pengetahuan dan sikap yang baik. Kata Kunci : Perilaku Masyarakat, Penanganan Sampah, Reduce, Reuse, Recycle
PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN DAN LAMA TINGGAL TERHADAP DERAJAT GANGGUAN PENDENGARAN MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN PLTD TELAGA KOTA GORONTALO TAHUN 2012
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI TENTANG PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MASYARAKAT DI DESA BILUNGALA KECAMATAN BONEPANTAI KABUPATEN BONE BOLANGO TAHUN 2012 suleman, Kasman
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program PHBS merupakan program yang bertujuan memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan membuka jalur komunkasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku sehingga masyarakat sadar mau dan mampu mempraktekkan PHBS melalui pendekatan advokasi bina suasana dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan PHBS dalam rumah tangga dengan 10 indikator PHBS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif dengan jumlah 223 responden, menggunakan tehnik proposional random sampling, pengumpulan data didapatkan dari pengisian lembar angket di Desa Bilungala Kecamatan Bonepantai. Hasil penelitian dari 223 responden dapat diidentifikasi bahwa Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan yang diterapkan ada 218 responden yang tidak diterapkan ada 5 responden, Pemberian Asi ekslusif yang di terapkan ada 108 responden yang tidak diterapkan ada 115 responden, Menimbang balita setiap bulan yang diterapkan ada 101 responden yang tidak diterapkan ada 122 responden, Menggunakan air bersih yang diterapkan 126 responden yang tidak diterapkan ada 97 responden, Mencuci tangan dengan air bersih yang diterapkan ada 131 responden yang tidak diterapkan ada 92 responden dan sabun, Menggunakan jamban sehat yang diterapkan ada 165 responden yang tidak diterapkan ada 58 responden, Memberantas jentik dirumah sekali seminggu yang diterapkan ada 218 responden yang tidak diterapkan ada 5 responden, Makan buah dan sayur setiap hari yang diterapkan ada 128 responden yang tidak diterapkan ada 95 responden, Melakukan aktivitas fisik yang diterapkan ada 164 responden yang tidak diterapkan ada 59 responden, dan Tidak merokok dalam rumah yang diterapkan ada 86 responden yang tidak diterapkan ada 137 responden. penerapan PHBS, 105 responden (47,08%) PHBS di terapkan, dan 118 responden (52,92%) PHBS tidak diterapkan. Penerapan PHBS Masyarakat di Desa Bilungala Kecamatan Bonepantai Kabupaten Bone Bolango, PHBS tidak diterapkan. KATA KUNCI : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
GAMBARAN PERILAKU KEPALA KELUARGA TENTANG PHBS DI DESA TUNGGULO SELATAN KECAMATAN TILONG KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO TAHUN 2012
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas dasar kesadaran sehingga anggota keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku kepala keluarga tentang PHBS di Desa Tunggulo Selatan Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah desain deskriptif yaitu untuk menyajikan gambaran mengenai perilaku kepala keluarga yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat dengan pendekatan survei rumah tangga yaitu dengan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada Kepala Keluarga dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Keluarga yang dihitung berdasarkan jumlah kepala keluarga sebanyak 141 kepala keluarga dengan jumlah sampel sebanyak 104 sampel yang diambil dengan menggunakan metode cluster sampling yang bertujuan agar dapat mewakili semua dusun di Desa Tunggulo Selatan. Desa Tunggulo Selatan terdiri dari 3 Dusun yaitu Dusun Bougenville (Dusun I), Dusun Anggrek (Dusun II), dan Dusun Mawar (Dusun III). Teknik data dan hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian, dan pembahasan didapatkan bahwa dari 10 indikator PHBS 3 indikator yang dijalankan, diantaranya pemberian ASI Eksklusif, aktif di posyandu dan menggunakan air bersih. Untuk tingkat pengetahuan masyarakat tentang PHBS masih sangat rendah yakni terdapat 88,4%, untuk sikap masyarakat tentang PHBS tergolong baik, hal ini ditunjukkan dari 100% responden terdapat 55,7% responden yang memiliki sikap baik tentang PHBS dan untuk praktik/tindakan masyarakat tentang indikator PHBS masih kurang karena hanya terdapat 12,5% dari 100% responden yang melakukan 10 indikator PHBS. Saran dalam penelitian ini adalah bagi kepala keluarga perlu adanya peningkatan pengetahuan dan adanya kesadaran serta memiliki keyakinan yang kuat terhadap pentingnya ber-PHBS, bagi pemerintah desa untuk lebih meningkatkan pelaksanaan tentang pentingnya ber-PHBS, dan bagi instansi terkait untuk perlu adanya perhatian bagi desa untuk terapan PHBS. Kata Kunci : Kepala Keluarga, Pengetahuan, Sikap, Praktik dan
Gambaran Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Anak-Anak PAnti Asuhan Harapan Kita Desa Huntu Utara Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Yente, Lisda
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program PHBS merupakan program yang bertujuan memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan membuka jalur komunkasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku sehingga masyarakat sadar mau dan mampu mempraktekkan PHBS melalui pendekatan advokasi bina suasana dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perilaku hidup bersih dan sehat pada anak-anak Panti Asuhan Harapan Kita di Desa Huntu Utara Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Sampel dalam penelitian ini merupakan sebagian anakanak Panti Asuhan yaitu 32 anak yang berumur 7-13 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 93.8% responden memiliki pengetahuan yang baik dalam perilaku hidup bersih dan sehat, sebanyak 87.5 % responden memiliki sikap baik, serta tidakan anak-anak terhadap hidup bersih dan sehat 37.5% memiliki tindakan yang cukup dan 62.5 % lainnya memiliki tindakan kurang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti berkesimpulan bahwa angka penilaian yang baik untuk pengetahuan dan sikap yang ditunjukan tidak dapat menjamin bahwa tindakan yang akan dilakukan sebaik dengan pengetahuan yang diketahui dan sikap yang ditunjukan. Berdasarkan pada kesimpulan diatas maka peneliti menyarankan kepada anak-anak agar lebih memperhatikan lagi bagaimana mempraktekan hidup bersih dan sehat agar tidak akan terserang penyakit, bukan hanya dari segi pengetahuan dan sikap yang baik ditunjukan akan tetapi di ikuti dengan tindakan yang dapat mencerminkan pengetahuan dan sikap yang baik. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan, anak-anak, PHBS

Filter by Year

2012 2012