ETNOHISTORI: Jurnal Kebudayaan dan Kesejarahan
Vol 8, No 2 (2021)

SISTEM PENGETAHUAN LOKAL ORANG TERNATE DALAM MEMBANGUN RUMAH TINGGAL

RANO KARNO MADILIS (Prodi Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun)
SAFRUDIN ABD. RAHMAN (Prodi Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun)
HUDAN IRSYADI (Prodi Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun)



Article Info

Publish Date
10 Oct 2021

Abstract

Pengetahuan lokal adalah pengetahuan yang khas dari masyarakat atau budaya tertentu yang telah berkembang lama sebagai hasil dari proses timbal-balik antara masyarakat dengan lingkungannya. Ada juga pengetahuan lokal yang sudah menjadi pewaris bagi Masyarakat Kelurahan Tarau adalah sebagian besar masyarakat berpotensi di bidang masing-masing seperti, pengetahuan terhadap petani, pengetahuan tentang nelayan, dan pengetahuan tentang rumah itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui sistem pengetahuan orang Ternate dalam membangun rumah tinggal. 2) Untuk mengetahui niai-nilai budaya apa saja yang diprkatikan oleh orang ternate dalam pembuatan rumah tinggal. Jenis penelitian ini adalah penelitian etonografi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan bahan keterangan atau data yang dilakukan secara sistematika mengenai cara hidup serta berbagai aktivitas sosial dan benda kebudayaan suatu masyarakat. Tehnik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dekomentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanan pembuatan rumah tingal yang dilakukan oleh masyarakat kota ternate yang khususnya kelurahan tarau itu mengunakan 1) adat ritual yaitu sbelum membangun sebuah ruamah mereka harus melakukan ritual peletakan batu pertama dan pembacan doa yang di pimpin oleh kiyai atau bas. Dengan ritual au raha yaitu sebuah batu yang diisikan dengan minyak kelpa dan daun pandan (goro paha) yang akan didiamkan selama satu malam sampai jam 05.00 subu, baru mereka melaukan pekerjan pembuatan rumah. 2) nilai- nilai yang terkandung dalam ritual pembuatan rumah dengan konsep yang sudah ada menjadi tradisi masyarakat tarau, masih memegang teguh pada pembacan doa dan ritual-ritual yang biasa disebut dengan “ tulur dada, au raha, samapai dengan doa selamatan” sebelum pelaksanan pembangunan rumah sampai rumah tersebut layak dihuni. Kata Kunci : Ritual Adat Telur Dada, Au Raha 

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

etnohis

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal ETNOHISTORI adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dengan tujuan turut serta mengembangkan ilmu Antropologi dan ilmu Sejarah di Indonesia. Karena itu, Redaksi Jurnal ETNOHISTORI menerima karangan dalam kedua ranah disiplin ilmu tersebut. Karangan dapat bersifat ulasan teoritis, refleksi ...