The phenomenon of violence against wives in the household is often seen in the unbalanced application of the problem of sexual division of labor. In eastern societies, this has been seen as common and normal; but if we want to look deeper, it turns out this actually creates an imbalance in the duties and roles of husband and wife in the household. This paper aims to highlight the above, while at the same time to criticizing it etically-theologically. To support this research, the method used is Literary Research especially by examining the various views that support every effort to solve problems related to domestic violence. Through sufficient critical and analytical discussion, it was finally found that violence against wives within the household sphere needs to be eliminated and replaced with a correct understanding of the position alignment between husband and wife. There is no longer a pattern of ordination-subordination relations, because the two are the same and parallel. Thus, the terminology that needs to be developed in building relationships in the family is alignment, in order to eliminate acts of violence in the family.Abstrak: Fenomena kekerasan terhadap istri dalam rumah tangga seringkali terlihat dalam pemberlakuan yang tidak seimbang dalam masalah pembagian kerja secara seksual. Dalam masyarakat timur, hal ini sudah dipandang biasa dan lumrah; namun jika mau meninjau lebih dalam lagi ternyata hal ini justru menimbulkan ketidakseimbangan tugas dan peran suami-istri dalam rumah tangga. Tulisan ini hendak menyoroti hal tersebut di atas, sekaligus mengkritisinya secara etis-teologis. Untuk menunjang penelitian tersebut, maka metode yang digunakan adalah studi kepustakaan khususnya dengan meneliti berbagai macam pandangan yang menunjang setiap upaya untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan kekerasan domestik. Melalui pembahasan yang cukup kritis dan analitis, akhirnya dijumpai bahwa kekerasan terhadap istri dalam lingkup rumah tangga perlu dihapuskan dan digantikan dengan pemahaman yang benar mengenai kesejajaran posisi antara suami dan istri. Tidak ada lagi pola hubungan ordinasi-subordinasi, karena keduanya adalah sama dan sejajar. Dengan demikian terminologi yang perlu untuk ditumbuhkembangkan dalam membangun hubungan dalam keluarga adalah kesejajaran, agar bisa menghilangkan tindakan kekerasan dalam keluarga.
Copyrights © 2020