Disregulasi emosi masih terjadi pada sebagian anak usia 4-6 tahun dan dapat menyebabkan kecemasan serta stres pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan persepsi guru tentang keterampilan koping untuk anak, pengetahuan awal guru tentang keterampilan koping, ketersediaan buku panduan keterampilan koping untuk anak, dan penerapan pengembangan keterampilan koping di kelas. Metode penelitian adalah survei dengan subyek penelitian yaitu 167 guru TK di wilayah Yogyakarta yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 96% guru menyatakan pentingnya keterampilan koping untuk anak, 87% guru belum mengetahui tentang keterampilan koping, 93% guru menyatakan belum adanya buku panduan keterampilan koping, dan 54% guru telah mengembangkan keterampilan koping di kelas melalui pembiasaan tetapi belum melalui pembelajaran. Hasil penelitian ini menegaskan perlu adanya pengembangan model pembelajaran dan buku panduan pembelajaran keterampilan koping untuk anak usia 4-6 tahun. Selanjutnya, para guru Taman Kanak-kanak perlu diberikan pelatihan agar semakin terampil dalam mengajarkan dan melatihkan keterampilan koping, sehingga anak mampu mengelola emosi dengan lebih baik.
Copyrights © 2022