Peningkatan Keterampilan adalah suatu keadaan atau kondisi yang mengarah pada perubahan perilaku siswa, sehingga diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi kehidupan global, kompetitif dan inovatif. Pendidikan berkualitas adalah pendidikan yang menghasilkan lulusan disamping memiliki kognitif tinggi juga memiliki budi pekerti yang baik, jujur, dan bertaqwa. Pembelajaran keterampilan dirancang sebagai proses komunikasi belajar untuk mengubah perilaku siswa menjadi cekat, cepat dan tepat melalui belajar kerajinan. Salah satu rancangan pembelajaran keterampilan diberikan kepada peserta didik berupa teori tentang pengertian, jenis, fungsi, bahan, alat dan tehnik membuat benda serta cara-cara dan alat yang digunakan dalam rangka mencapai tujuan, langsung dalam pelaksanaan pelajaran pada waktu itu yang dapat digunakan dalam pembelajaran keterampilan adalah tehnik pemodelan. Penelitian ini untuk mendapatkan hasil berupa peningkatan keterampilan dari proses kegiatan pembelajaran siswa yang pelaksanaannya dalam 2 (dua) siklus dengan setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pada siklus I ada peningkatan daya serap siswa jika dibandingkan dengan nilai pra siklus. Kenaikan prosentase diatas KKM pra siklus dengan siklus I sebesar 7,4 %. Siklus II ini diperoleh kenaikan daya serap dibandingkan dengan siklus I. Kenaikan rata-rata siklus I dibandingkan kenaikan siklus II sebesar 3,56. Kenaikan nilai diatas KKM siklus I dengan siklus II sebesar 7. Kenaikan nilai prosentase diatas KKM siklus I dengan siklus II sebesar 26 %.
Copyrights © 2022