Latar Belakang: Salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Kabupaten Bandung adalah infeksi kongenital seperti Toxoplasma gondii, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes Simplex Virus (HSV). Untuk menurunkan angka tersebut dibutuhkan metode deteksi yang sensitif dan spesifik. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah multiplex nestedPolymerase Chain Reaction (PCR).Tujuan: Mendeteksi T. gondii, CMV, dan HSV pada wanita hamil di Klinik Praktek Mandiri Bidan Anna Rohanah Kabupaten Bandung dengan metode multiplex nested PCR.Metode: Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang. Gen B1 dari T. gondii, MIEA dari CMV, dan Glikoprotein D dari HSV diamplifikasi menggunakan primer spesifik. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.Hasil: Dari 42 orang wanita hamil, terdapat 3 orang (7,14%) yang terinfeksi T. gondii dan 1 orang (2,38%) yang mengalami koinfeksi CMV – HSV. Dua dari tiga wanita hamil dengan toxoplasmosis tidak menunjukkan gejala sedangkan wanita dengan koinfeksi CMV - HSV mengalami keputihan, sakit buang air kecil, gatal pada area genital, dan terdapat bintil pada mulutnya.Kesimpulan: Metode multiplex nested PCR berhasil digunakan untuk mendeteksi infeksi T. gondii pada 3 orang wanita hamil dan koinfeksi CMV – HSV pada 1 orang wanita hamil di Klinik Praktek Mandiri Bidan Anna Rohanah Kabupaten Bandung.
Copyrights © 2022