Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pemahaman budaya pemmali dikalangan remaja di Desa Allamungeng Patue Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone, 2) Faktor-faktor penyebab terjadinya degradasi makna sosial budaya pemmali dikalangan remaja di Desa Allamungeng Patue Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone, 3) Dampak degradasi makna sosial budaya pemmali dikalangan remaja di Desa Allamungeng Patue Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan degradasi makna sosial budaya pemmali dikalangan remaja di Desa Allamungeng Patue Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone. Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling dengan kriteria informan yakni masyarakat yaitu orang tua dan remaja di desa allamungeng patue yang telah bermukim dan berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini di analisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber yaitu mengkaji kredibilitas data dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) Pemahaman budaya pemmali dikalangan remaja di Desa Allamungeng Patue Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone masih mengetahui dan memahami budaya pemmali dari kecil, dilihat dari pemahaman budaya pemmali oleh remaja dari aspek (a) Fungsi budaya pemmali, (b) Bentuk-bentuk budaya pemmali. (2) Faktor penyebab terjadinya degradasi makna sosial budaya pemmali dikalangan remaja di Desa Allamungeng Patue Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone yaitu: (a) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, (b) Pengajaran budaya pemmali dari zaman dahulu hingga sekarang yang sudah berubah. (3) Dampak terjadinya degradasi makna sosial budaya pemmali dikalangan remaja di Desa Allamungeng Patue Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone yaitu kurang pedulinya remaja terhadap budaya tersebut yang berdampak kepada remaja menjadikan pemmali hanya sebagai ajaran bagi orang terdahulu dan tidak dilakukan untuk sekarang.
Copyrights © 2022