Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan berpotensi menurunkan kualitas lahan. Penerapan pupuk hayati seperti “Biotara†adalah pendekatan yang layak secara ekonomi dan ramah lingkungan untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan. Penelitian usaha tani dilakukan di Desa Karang Buah, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada musim kemarau 2018 untuk mempelajari kelayakan sosio-ekonomi pemanfaatan Biotara pada usahatani padi di lahan rawa pasang surut. Penelitian menempati lahan seluas 5 ha. Perlakuan meliputi empat paket teknologi budi daya, yaitu paket yang mengintegrasikan: (1) Biotara, padi varietas IR42, dan sistem tanam tegel manual (P1.1), (2) Biotara, padi varietas Inpara-2, dan sistem tanam jajar legowo dengan alat tanam padi (P1,2), (3) tanpa Biotara, padi varietas IR42, dan sistem tanam tegel manual (P2.1), dan (4) teknologi petani (P2.2). Data dikumpulkan melalui catatan harian dan survei serta dianalisis menggunakan neraca biaya produksi dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan usaha tani padi dengan dan tanpa Biotara menguntungkan dan efisien. Paket introduksi P1.1 dan P1.2 layak dikembangkan dalam skala luas. Usaha tani padi dengan teknologi petani (P2.2) lebih sensitif terhadap perubahan harga dan produksi. Meskipun persepsi petani terhadap penerapan Biotara positif, namun tidak tersedia di lokasi. Strategi pengembangan Biotara di lahan rawa pasang surut meliputi: (1) jaminan ketersediaan; (2) perbaikan teknis dan waktu penerapan, kondisi tanah, dan air; (3) peningkatan umur simpan gabah (hanya 12 bulan); dan (4) promosi kepada petani dan penentu kebijakan.
Copyrights © 2021