Para akademisi di Indonesia telah lama menyadari bahwa dokumen tertulis yang selama ini dominan digunakan sebagai sumber informasi historis memiliki keterbatasan. Sejak saat itu, praktek penelusuran sumber informasi lisan yang kerap disebut dengan sejarah lisan mulai dilakukan sebagai media penyelamatan informasi. Dimulai dari lembaga kearsipan, kini perguruan tinggi menjadi lembaga pencipta rekaman sejarah lisan yang teratur. Namun, pengelolaan paska penciptaan rekaman masih minim dilakukan karena berbagai keterbatasan. Kajian ini menawarkan alternatif pengelolaan rekaman sejarah lisan melalui repositori digital opensources. Sistem pengelolaan ini memberikan kesempatan kolaboratif bagi pencipta dan pengelola untuk mengidentifikasi model pengelolaan berkelanjutan dengan prinsip preservasi informasi.
Copyrights © 2021