Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat

BIOPORI: ALTERNATIF PENCEGAHAN BANJIR MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PONDOK PESANTREN

Wiwik Kusumawati (a:1:{s:5:"en_US"
s:35:"Universitas Muhammadiyah Yogyakarta"
})

Fitri Arofiati (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
20 Mar 2021

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang tergolong rawan terhadap kejadian bencana alam. Salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia adalah banjir. Curah hujan yang tinggi pada bulan-bulan tertentu menyebabkan banjir. Banjir menjadi salah satu bencana alam yang harus diwaspadai di beberapa wilayah di Indonesia. Daerah Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta yang dikenal sebagai desa santri merupakan salah satu wilayah di Yogyakarta yang mengalami banjir hampir setiap tahunnya. Kondisi alam yang sudah rusak dan kehilangan lahan serapan membuat bencana banjir menjadi semakin mengancam, terutama pada wilayah dengan dataran yang lebih rendah. Untuk mengantisipasi bencana banjir, perlu adanya upaya untuk menyelesaikan permasalahan yang menyebabkan munculnya banjir pada musim-musim tertentu. Salah satunya dengan cara meyediakan lubang serapan (biopori) agar air tidak mengenang dan meluap di wilayah pemukiman saat cuaca ekstrem dengan melibatkan masyarakat, terutama remaja sebagai agen perubahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan pemberdayaan masyarakat pondok pesantern di wilayah Wonokromo, Pleret, Bantul dalam pencegahan bencana banjir melalui sosialisasi penanggulangan banjir terkait modifikasi lingkungan dengan metode biopori. Warga pesantren akan dibekali informasi yang secara umum terkait biopori dan cara pembuatan biopori secara mandiri. Warga pesantren juga didampingi dalam penerapan pembuatan biopori di lingkungan pemukiman dan pemasangannya. Kegiatan dilakukan pada tanggal 16 Februari 2020 dengan melibatkan 50 orang warga porndok pesantren (5 pondok pesantren). Hasil pengabdian masyarakat adalah terpasangnya 70 biopori yang dibagi dalam 5 zona berdasarkan wilayah pondok pesantren. Masyarakat menyampaikan rasa aman dalam menghadapi musim penghujan. Masyarakat membuat biopori sejumlah lima belas dengan pendampingan. Biopori menjadi salah satu alternatif pencegahan banjir yang mampu memberdayakan masyarakat dan meningkatkan rasa aman.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

psppm

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Economics, Econometrics & Finance Medicine & Pharmacology Social Sciences

Description

Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di ...