Meski sudah banyak regulasi terkait upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan desa,ternyata kesadaran aparatur desa di Kabupaten Bogor untuk mendirikan lembaga keuangan mikromaupun BUMDesa masih kurang, padahal berbagai upaya pemerintah pusat maupun daerah yangbertujuan agar ekonomi dapat berkembang dan mandiri, tapi belum juga dimaksimalkan. Apalagi dalamUU No 6/2014 tentang Penggunaan Dana Desa itu sudah berjalan tiga tahun, tapi penggunaanyaoleh desa di Kabupaten Bogor lebih terfokus pada fisik, tapi ke pemberdayaan masyarakatnya kurang.Tujuan dari kegiatan pendampingan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BumDesa) Badan UsahaMilik Desa (BumDesa) mendapatkan pelatihan dan pendampingan aspek bisnis dan tata kelola yangpada akhirnya BUMDesa memiliki kemampuan organisasi yang profesional dan dapat memiliki dayasaing diera revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan untuk menentukan model dan kebutuhanpelatihan dan pendampingan maka terlebih dahulu dilakukan analisis, analisis yang digunakan adalahmenggunakan analisis SWOT. Analisis menunjukkan para pengurus BUMDesa memerlukanpendampingan berupa pelatihan dan pendidikan, model pendampingan yang tepat adalahpendampingan melalui Klinik dan Sekolah BUMDesa. Universitas Pakuan telah melakukanpendampingan melalui Klinik dan Sekolah BUMDesa yang telah didirikan dan hasilnya beberapaBUMDesa telah memiliki tata kelola yang baik.
Copyrights © 2019