Tanaman Menteng (Baccaurea racemosa) dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan dengan mengkonsumsi buahnya dan memanfaatkan kulit batangnya sebagai bahan pengawet nira sebelum diolah menjadi tuak ataupun gula merah. Masyarakat sekitar berasumsi bahwa penambahan kulit batang menteng dapat memperlambat proses fermentasi sehingga mengurangi kemungkinan rasa asam pada nira. Penelitian ini mengkajiaktivitas antimikroba ekstrak kulit batang menteng (Baccaurea racemosa) terhadap mikroba fermentasi pada minuman fermentasi tradisional, ballo. Sampel diekstraksi dengan metode sokletasi menggunakan pelarut etanol 96%, selanjutnya dilakukan karakterisasi senyawa menggunakan skrining fitokimia, terdapatnya berbagai senyawa yang berperan sebagai antimikroba selanjutnya diujikan pada mikroba yang telah diisolasi dari Ballo. Pengujian ini menunjukkan aktivitas ekstrak pada konsenterasi 10mg/ml menunjukkan hasil terbaik dengan diameter zona hambat sebesar 20 mm pada jamur, 16 mm pada bakteri 1, dan 22 mm pada bakteri 2.
Copyrights © 2021