SN-Biosper
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021

Toleransi Jewawut (Setaria italica (L) P.Beauv) Aksesi Gambirmanis terhadap Intensitas Cahaya Rendah dan Pemupukan Organik Hayati

Titi Juhaeti (Laboratorium Fisiologi, Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong)
Indra Gunawan (Laboratorium Fisiologi, Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong)
Intan Abas Nur Khairunnisa (Laboratorium Fisiologi, Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong)



Article Info

Publish Date
22 Feb 2022

Abstract

Jewawut [Setaria italica (L.) P.Beauv] merupakan serealia minor lokal bergizi tinggi yang dikonsumsi masyarakat lokal daerah kering yang   potensial untuk diversifikasi pangan. Penelitian bertujuan mengetahui toleransi jewawut terhadap intensitas cahaya rendah dan pemupukan. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok dua faktor. Faktor pertama adalah naungan yakni  0 % (N0), 25% (N25), 50% (N50), dan 75% (N75). Faktor kedua adalah pemupukan dengan pupuk organik-hayati (POH) yakni POH0 dan POH30 dosis30cc/l air. Peubah yang diamati meliputi pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun serta diameter batang), kandungan klorofil, jumlah dan ukuran stomata serta ukuran malai. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa naungan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan terbaik pada N0 berbeda nyata dengan N75, tetapi tidak dengan N25 dan N50. Kandungan klorofil menurun seiring meningkatnya naungan, nilai tertinggi pada N0 (49.88SPAD) berbeda nyata dengan N75 (45.83SPAD). tapi tidak dengan N25 (48.58 SPAD) dan N50 (48.55 SPAD) dan Jumlah stomata meningkat sampai N50 (13,1), kemudian menurun pada N75 (6,9). Ukuran panjang dan lebar stomata tertinggi pada N0 (1,23 µm dan 0,72µm ), semakin menurun dengan meningkatnya naungan. Naungan menurunkan secara nyata panjang malai, tertinggi pada N0 (25,66 cm) berbeda nyata dengan N75(14.01 cm). Makin tinggi naungan, tangkai malai semakin panjang sedangkan malainya semakin pendek. Pemupukan tidak secara nyata meningkatkan pertumbuhan tanaman; pemupukan cenderung menurunkan panjang tangkai malai (14,67 cm) dan meningkatkan panjang malai (21,15 cm). Disimpulkan bahwa jewawut merupakan tanaman yang peka naungan, budidayanya disarankan maksimal pada naungan 50%. Pemupukan yang tepat diharapkan dapat memperbaiki pertumbuhan dan produksi jewawut.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

biosper

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education

Description

Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN Biosper) merupakan kegiatan forum ilmiah yang diselenggarakan setiap tahun (annual) oleh Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk ...