Hasil survei TIMMS (Trends in International Mathematics and Science Study) dan PISA menggambarkan bahwa kemampuan berpikir ilmiah peserta didik Indonesia masih rendah. Hal ini dikarenakan kurangnya pelatihan peserta didik terhadap penyelesaian soal-soal HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan implementasi pembelajaran berbasis High Other Thinking Skill pada peserta didik kelas X IPA. Telah diketahui Bersama bahwa penerapan kurikulum 2013 mengisyaratkan bahwa pentingya penerapan HOTS pada proses pembelajaran di jenjang SMA. Oleh sebab itu, perlu dilakukan studi berupa penelitian untuk mengukur tingkat kemampuan HOTS peserta didik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X Cambridge di SMA Bakti Mulya 400 Jakarta Selatan. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi kegiatan pembelajaran dan instrument tes essay. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa kemampuan HOTS peserta didik kelas X Cambridge sudah baik. Nilai rata-rata keseluruhan peserta didik kelas X Cambridge adalah 81. Pada tingkat kognitif C4 (menganalisis) didapatkan nilai 72, tingkat kognitif C5 (menevaluasi) 78 dan tingkat kognitif C6 (mencipta) 78. Dengan demikian, kemampuan HOTS siswa kelas X Cambridge sudah baik.
Copyrights © 2021