Sebagai kitab suci terakhir untuk generasi terakhir manusia, dari sejak awal al-Qur’an telah menunjukkan kemu’jizatannya dari berbagai segi, baik segi bahasa, akurasi informasi sejarah masa lalu dan yang akan datang serta aspek-aspek lainnya. Allah S.W.T telah menyatakan bahwa al-Qur’an adalah kitab petunjuk baik bagi orang bertakwa maupun manusia secara umum. Tentu konsekwensi dari pentahbisan itu, diyakini bahwa Allah telah memasukkan berbagai macam petunjuk untuk segala aspek kebutuhan manusia baik aspek akidah, ibadah maupun muamalah. Khusus terkait dengan muamalah, di mana aspek ini bersifat dinamis dan selalu berkembang, dunia ekonomi mengalami kebingungan untuk mencari konsep terbaik. Suatu konsep yang menjamin adanya keadilan dan pemerataan bagi seluruh manusia. yang populer dan diadopsi dunia adalah baru bersifat teori-teori asumtif, baik liberalis kapitalis maupun komunis sosialis dan segala teori derivat maupun oplosan dari keduanya. Terbukti keduanya gagal memberikan pemerataan ekonomi serta keadilan dalam tiga aspek produksi, distribusi maupun konsumsi. Atas dasar itu selayaknya umat Islam mendalami konsepsi al-Qur’an dalam prilaku ekonomi ideal menyangkut tiga hakl utama yaitu produksi, distribusi dan konsumsi. Inilah yang menjadi fokus bahasan pada tulisan ini.
Copyrights © 2021