Pandemi covid 19 yang masih terus berlangsung di dunia telah menganggu keberlangsungan di berbagai sektor, salah satunya sektor pendidikan, dimana sekolah sebagai naungan belajar para peserta didik harus dihentikan sementara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Untuk itu perlu langkah cepat serta solusi untuk menjawab permasalahan tersebut. Perkuliahan dalam jaringan (daring) adalah salah satu alternatif untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut. Subjek Penelitian adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi. Metode yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dimana saat seluruh data dikumpulkan kemudian dipilih sesuai dengan indikator masing-masing kemudian peneliti dapat menganalisis serta menuliskan kesimpulan atau hasil akhir dari penelitian. Data dikumpulkan melalui angket berupa kuisoner dengan pertanyaan terbuka yang disebarkan melalui google form untuk mahasiswa serta wawancara melalui Google Meet dan Zoom Cloud Meeting. Hasil yang didapat dari pengambilan data dalam penelitian ini adalah (1) mahasiswa telah memiliki fasilitas-fasilitas dasar yang dibutuhkan untuk mengikuti pembelajaran daring; (2) pembelajaran daring memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaannya dan mampu mendorong munculnya kemandirian belajar dan motivasi untuk lebih aktif dalam belajar; dan (3) pembelajaran jarak jauh mendorong munculnya perilaku social distancing dan meminimalisir munculnya keramaian mahasiswa sehingga dianggap dapat mengurangi potensi penyebaran covid-19 di lingkungan perguruan tinggi. Lemahnya pengawasan terhadap mahasiswa serta kurang antusiasnya mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan daring dan mahalnya biaya kuota adalah tantangan tersendiri dalam pembelajaran daring. Meningkatkan kemandirian belajar, minat, motivasi, keberanian mengemukakan gagasan dan pertanyaan adalah keuntungan lain dari perkuliahan daring
Copyrights © 2022