Nādhir merupakan pengelola harta wakaf yang sangat menentukan berjalan atau tidaknya manfaat harta wakaf. Di samping kewajibannya, seorang nādhir juga berhak mendapatkan imbalan dari hasil harta wakaf. Imbalan nādhir dapat disesuaikan dengan ketentuan pewakaf atau ditetapkan oleh hakim. Tulisan ini mengkaji tentang imbalan nādhir terhadap hasil pengelolalaan harta wakaf telaah Fiqh al-Syāfi’iyyah. Hasil penelitian ini adalah pandangan Fiqh al-Syāfi’iyyah tentang imbalan nādhir terhadap hasil pengelolalaan harta wakaf adalah jika imbalan itu disyaratkan pewakaf, nādhir boleh mengambil imbalan secara mutlak sebagaimana ditentukan dalam syarat walaupun melebihi imbalan mitsil selama nādhir bukanlah pewakaf, kalau nādhir adalah pewakaf, maka hanya boleh mengambil imbalan mitsil atau lebih kurang lagi. Sedangkan imbalan yang ditetapkan oleh hakim adalah sekurang-kurang dari nafkahnya atau imbalan mitsil.
Copyrights © 2016