Proses belajar mengajar yang dilaksanakan dengan menggunakan satir (tabeng) merupakan hal yang langka ditemui di lingkungan umum, namun akan menjadi lumrah bila proses belajar tersebut dilaksanakan di lingkungan dayah. Proses pembelajaran ini tentunya mengandung berbagai permasalahan tersendiri bagi sebagian guru, seperti kurang tahunya guru terhadap kondisi yang terjadi di belakang satir (tabeng), terbatasnya pemakaian metode dalam menyampaikan ilmu seperti materi praktek dan lainnya. Tentunya dari sebagian permasalahan tersebut seorang guru membutuhkan solusi yang bisa menciptakan suasana belajar di kelasnya lebih menarik dan bervariatif. Terkait hal tersebut akan dibahas dalam kajian ini tentang bagaimana problematika guru dalam pembelajaran kitab kuning dengan menggunakan satir (tabeng) di dayah MUDI Putri Mesjid Raya Samalanga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa proses pembelajaran kitab kuning menggunakan satir (tabeng) dapat berjalan dengan baik dan lancar karena didasari dengan sikap guru yang selalu berpikir positif terhadap kondisi yang terjadi di belakang satir (tabeng) serta dilandasi dengan rasa keikhlasan dalam meyampaikan materi, mampu membimbing dan menciptakan ruang belajar yang bervariasi dan menarik tanpa jenuh dan bosan sehingga proses pentransferan ilmu dapat berjalan dengan lancar dan optimal.
Copyrights © 2016