berperan dan berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah sistem pembayaran. Pemerintah Indonesia berusaha untuk melakukan bermacam-macam strategi dalam upaya meningkatkan penggunaan uang non tunai. Kebijakan KKP dikeluarkan sebagai upaya pemerintah terhadap efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan kas negara. Penyelenggaraan kebijakan KKP ini tidak lepas dari keterkaitan peran bendahara dan komitmen organisasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh persepsi bendahara pengeluaran dan komitmen organisasai terhadap kinerja pengguna kartu kredit pemerintah secara parsial. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui pendekatan analisis regresi. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner menggunakan teknik penskoran satu sampai lima dari teori skala likert. Jumlah reponden adalah 33 responden yang terdiri dari unsur bendahara, karyawan dan pengguna kartu kredit pemerintah pada satuan kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal Kemendikbudristek. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat pengaruh yang signifikan persepsi bendahara pengeluaran terhadap kinerja penggunaan kartu kredit pemerintah; 2) terdapat pengaruh yang signifikan komitmen organisasi terhadap kinerja penggunaan kartu kredit pemerintah. Keterbatasan reponden pada penelitian ini, tidak memberikan jaminan bahwa hasil analisis dapat digeneralisasikan terkait pelaksanaan KKP di seluruh Indonesia. Kesimpulan: Hasil analisis pertama disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan persepsi bendahara pengeluaran terhadap kinerja penggunaan kartu kredit pemerintah. Hasil analisis kedua disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan komitmen organisasi terhadap kinerja penggunaan kartu kredit pemerintah.
Copyrights © 2022