Sago plant is one of the commodities of the plantation as carbohydrate sources besides rice which has area potential (5.2 million hectares / 50 % of sago area in the world), production potential (200 kg of wet sago flour per year, or 25 to 30 tons per Ha), consumption potential (5 kcal/cap/day, with consumption of 0.5 kg/cap/year sago or 120 976.6 tons/year), and health potential (having a low glycemic index (IG), increasing immunity, reducing the risk of colon and lung cancer - new, reduce obesity and facilitate bowel movements (Flach 1993; Haliza et al. 2006; Hariyanto 2014; Dishutbun Kepulauan Meranti 2014; Bintoro 2016; Food Security Agency 2016). Tanaman sagu merupakan salah satu komoditi perkebunan sumber karbohidrat selain beras yang mempunyai potensi dilihat dari luas (5.2 juta hektar/50 persen areal sagu di dunia), potensi produksi (200 kg tepung sagu basah per tahun, atau 25 hingga 30 ton per Ha), potensi konsumsi (5 kkal/kap/hari, dengan konsumsi sagu 0.5 kg/kap/tahun atau 120 976.6 ton/tahun), dan potensi kesehatan (memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi risiko kanker usus dan paru-paru, mengurangi kegemukan dan mempermudah buang air besar) (Flach 1993; Haliza et al. 2006; Hariyanto 2014; Dishutbun Kepulauan Meranti 2014; Bintoro 2016; Badan Ketahanan Pangan 2016).
Copyrights © 2022