Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya
Vol 48, No 2 (2020)

EKSPLORASI HANTU PEREMPUAN DALAM SIHIR PEREMPUAN KARYA INTAN PARAMADITHA: TELAAH KONSTRUKSI FEMININITAS

Mawaidi Mawaidi (Universitas Negeri Yogyakarta)
Nurhadi Nurhadi (Universitas Negeri Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2020

Abstract

EXPLORING FEMALE GHOSTS IN INTAN PARAMADITHA’S SIHIR PEREMPUAN: A STUDY ON FEMININITY CONSTRUCTIONAbstract: Ghost stories as myth have been around for hundreds of years, both in oral or written forms. Literature has provided a space for urban legend. The most popular and legendary ghosts are usually female ghosts. These female ghosts appear not only to represent ghosts but they also carry certain feminine values from the authors. This study aims to investigate female ghosts on Sihir Perempuan, a collection of short stories written by Intan Paramaditha using feminist construction approach. Cixous’ (2008) theory of feminist writing and an approach to shift to the center are used as the study’s conceptual framework. The findings of this study include a paradox in the way Intan Paramaditha reconstructs femininity. In the effort of  building femininity, female ghosts are portrayed as legends within patriarchal cultural power. The presence of female ghosts explores female bodies and psychology.Keywords: female ghost, femininity, ghost story, myth, patriarchyEKSPLORASI HANTU PEREMPUAN DALAM SIHIR PEREMPUAN KARYA INTAN PARAMADITHA: TELAAH KONSTRUKSI FEMININITASAbstrak: Cerita hantu sebagai sebuah mitos telah dikonsumsi publik sejak ratusan tahun yang lalu, baik secara lisan maupun tulisan. Dalam perkembangannya, karya sastra menjadi medium legenda urban. Hantu yang paling mengemuka ke ingatan publik adalah hantu perempuan. Kemunculan sosok hantu perempuan tidak hanya sekadar sebagai hantu tetapi juga sebagai sosok yang membawa nilai-nilai femininitas yang disematkan penulis. Penelitian ini membahas hantu perempuan pada kumpulan cerita pendek berjudul Sihir Perempuan karya Intan Paramaditha dengan telaah konstruksi femininitas. Kerangka konseptual yang digunakan adalah teori wacana Cixous (2008) tentang menulis feminin dan sebuah upaya pergeseran ke pusat. Temuan dari penelitian ini yaitu adanya paradoks dalam mengonstruksi femininitas yang dilakukan Intan Paramaditha. Dalam upaya melakukan konstruksi femininitas, hantu perempuan dihadirkan sebagai legenda di tengah kuasa budaya patriarki. Kehadiran hantu perempuan mengeksplorasi tubuh dan psikologis hantu perempuan.Kata kunci: cerita hantu, hantu perempuan, femininitas, mitos, patriarki Permalink/DOI: dx.doi.org/10.17977/um015v48i22020p167  

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jbs

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya is a double-blind peer-reviewed international journal published twice a year in February and August (ISSN 0854-8277) (E-ISSN 2550-0635). This journal publishes scientific articles on language, literature, art, as well as their relation ...