Ikan dianggap sebagai nutrisi utama diet seimbang untuk populasi yang berkembang di sekitar dunia. Ikan juga unggul karena merupakan sumber alami asam lemak omega 3 tertinggi. Produk perikanan tersebut rentan mengalami penurunan kualitas; oleh sebab itu, banyak yang menggunakan formalin sebagai pengawet ikan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kadar formalin pada beberapa ikan segar. Metode yang dilakukan adalah uji kuantitatif kadar formalin dengan test kit formalin. Sampel penelitian menggunakan 5 jenis ikan segar dari 10 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelima sampel ikan segar terdapat kandungan formalin dikarenakan kelima ikan tersebut termasuk ikan “one the fishing”. Pelayan lebih memilih cara yang cepat tanpa memikirkan dampak terhadap kesehatan konsumen. Penggunaan formalin merupakan cara yang kebanyakan nelayan gunakan untuk mengawetkan tangkapan ikan agar terlihat tetap segar meskipun berhari-hari. Kandungan formalin yang paling banyak terdapat pada ikan kakap, yaitu sebesar 3.42 mg/L. Kadar formalin pada ikan tongkol sebanyak 1.73 mg/L, ikan tuna sebanyak 1.40 mg/L, ikan bawal 0.528 mg/L, dan ikan kerapu sebanyak 2.47 mg/L.
Copyrights © 2022