Penulisan journal ini bertujuan untuk membahas strategi Metacognitive dan Three-Step Interview dalam pengajaran mendengar (listening) untuk siswa sekolah menengah atas (SMA). Berdasarkan pengalaman penulis, ditemukan beberapa masalah dalam pelajaran mendengar. Adapun permasalahan tersebut sebagai berikut : pertama, siswa tidak dapat memahami kosa kata dalam yang disebabkan kurangnya perbendaharaan kata yang dimiliki siswa. Kedua, kurang menariknya strategi yang diterapkan guru untuk menarik minat siswa mengikuti pelajaran.Strategi Metacognitive dan Three-Step Interview merupakan strategi yang dapat diterapkan dalam memahami materi listening agar siswa/i tertarik dalam mempelajari bahasa inggris. Dalam journal ini, penulis mengajarkan bagaimana mengajarkan listening dengan menggabungkan dua strategi Metacognitive dan Three-Step Interview. Ada tiga proses tahapan yakni: planning, dimana siswa melakukan perencanaan terhadap materi yang akan di pelajari. Monitoring, Pada tahap ini, siswa dapat memantau hasil kerja dengan cara menulis catatan kecil yang berhubungan dengan materi. Evaluating, pada tahap ini siswa dapat mengecek kembali kesesuaian hasil kerja dengan materi yang diperdengarkan.Kemudian, guru membagi siswa kedalam kelompok yang terdiri dari pewawancara dan orang yang akan diwawancarai. Guru memberikan pertanyaan yang akan menjadi topik wawancara pada kelompok. Pada akhir pembelajaran, siswa mempresentasikan hasil wawancara. Guru manyatukan ide dan menyimpulkan materi yang didapat. Hal ini juga diharapkan untuk tercapainya tujuan pembelajaran mendengar (listening) untuk siswa menengah atas (SMA).
Copyrights © 2014