Phalaenopsis venosa Shim & Fowlie adalah anggrek endemik Sulawesi terancam punah sehingga perlu dilakukan upaya konservasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui mikromorfologi dan media perkecambahan in vitro untuk mendukung upaya konservasi P. venosa. Biji P. venosa dipanen pada enam bulan setelah penyerbukan dan disimpan di freezer pada suhu -4 °C selama sembilan bulan. Pengamatan mikromorfologi menggunakan mikroskop cahaya OPTIKA M-699. Biji P. venosa memiliki panjang 91.99±17.73 µm, lebar 20.64 ±4.34 µm; serta embrio dengan panjang 52.27±12.13 µm, lebar 16.72±3.42 µm, dan rongga udara 13.25% ± 11.65%. Pengujian perkecambahan menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor, yaitu enam macam media, dan enam ulangan. Media perkecambahan yang diujikan yaitu Hyponex modifikasi (HS), Vacin & Went modifikasi (mVW), Knudson’s C modifikasi (mKC), Knudson’s C (KCA), Murashige & Skoog setengah konsentrasi (1/2MS), dan Murashige & Skoog (MS). Tingkat perkecambahan tertinggi pada 12 minggu setelah tanam (12 MST) terdapat pada media HS (70.52%) dengan rata-rata 14.35 biji berkecambah. Perkembangan protokorm di media HS lebih lambat dibandingkan perkembangan protokorm di media 1/2MS yang menunjukkan pembentukan rhizoid dan pucuk daun. Hal itu karena media 1/2MS lebih kaya nutrisi dibandingkan dengan media HS. Kata kunci: media perkecambahan, mikromorfologi biji, Orchidaceae
Copyrights © 2022