Klien memiliki keluhan sesak nafas dan berobat ke puskesmas secara rutin tiga sampai empat kali sebulan. Namun para tenaga medis tidak mendapatkan diagnose medis pada keluhan yang dialami klien. Beberapa ciri yang dialami klien merujuk pada gangguan somatisasi. Teknik pengumpulan data klien dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Intervensi yang berfokus dalam perubahan diri ini menggunakan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dengan tujuan agar klien lebih toleran terhadap diri dan orang lain dan mengubah perilaku yang mampu menghancurkan atau menyakiti diri sendiri. Hasil dari intervensi yang dilakukan dengan menggunanakan REBT adalah klien mampu menyadari bahwa tuntutan terhadap dirinya sendiri terlalu tinggi dan tidak rasional sehingga mengakibatkan keluhan pada simtom fisik yaitu, sesak nafas. Setelah menyadari akan hal tersebut, klien lebih mampu mentolelir dirinya sehingga berdampak pada berkurangnya keluhan fisik yang dialaminya dan ia lebih mampu berpikir positif.
Copyrights © 2017