Era globalisasi menggerus nilai dan jati diri bangsa Indonesia. Salah satu nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia itu adalah Hibualamo. Oleh karena itu, penelitian ini akan fokus membahas proses revitalisasi karakter bangsa melalui pembelajaran bahasa Indonesia berbasis nilai kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan memanfaatkan studi pustaka sebagai strateginya. Hasilnya, nilai Hibualamo yaitu O dora, O Hayangi, O baliara, O adili, dan O adiai dapat diintegrasikan dalam materi debat bahasa Indonesia dan berpotensi besar dalam materi pembelajaran yang lain. Nilai-nilai tersebut dapat masuk dalam setiap sintak pembelajaran, khususnya pada materi debat. Hal ini juga akan menjaga esensi debat sebagai pembelajaran kolaboratif. Artinya, esensi debat tidak sebatas pada kompetitif, tetapi pada proses pemecahan masalah secara bersama. Simpulan yang dapat dirumuskan dari penelitian ini yaitu, guru harus lebih inovatif dalam mengambangkan model pembelajaran dalam K-13. K-13 memungkinkan guru untuk menginternalisasi nilai budaya lokal sebagai wujud kontekstualisasi dalam kegiatan pembelajaran.
Copyrights © 2022