Abstract. Meninggalkan metode âgrammartranslationâ bukan berarti menghindari terjemah dalam pempelajaran di kelas.Kenyataan bahwa penggunaan bahasa lokal dalam pergaulan sehari-hari (Madura dan Jawa) di lingkungan sekolah mempengaruhikeberhasilan pembelajaran Bahasa Inggris, terjemah langsung berdasarkan equivalensi menjadi sangat penting. Olehkarena itu, aspek lexico-cultural perludipertimbangkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini akanmerefleksi penggunaan equivalensi bahasa Inggris dengan bahasa lokal sepertipenggunaan frase dan bentuk-bentuk âchunksâ serta dampak dari penggunaanequivalensi Bahasa Inggris dengan bahasa lokal terhadap sikap siswa terhadapBahasa Inggris. 120 siswa kelas VII berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa beberapa unit leksikal digunakan untukmenjembatani kesenjangan â lexico-culturalâ. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa rasa percaya diri siswameningkat sehingga mendorong siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris di luarkelas melalui âcode-mixingâ dengan nyaman. . Key Words: Lexico-Cultural, Equivalence,translation, attitude
Copyrights © 2013